Menyibak Ceruk Waktu Alam Semesta

Jika kisah kurban sudah ada sejak jaman Nabi Adam, pertanyaan menariknya adalah:

  1. Kemana dan oleh siapa domba kibas yang dikurbankan oleh Habil? (Masa nabi Adam as)
  2. Darimana dan bagaimana domba kibas bisa menggantikan Ismail? (Masa nabi Ibrahim as)
  3. Apakah mungkin, domba pada masa nabi Adam itu sebetulnya melintasi lipatan waktu hingga tiba di masa nabi Ibrahim?

Kisah Qurban bukanlah kisah yang dimulai sejak jaman Nabi Ibrahim – Ismail. Ia adalah kisah purba yang telah ada sejak jaman Nabi Adam as.

Sesuai dengan QS. Almaidah ayat 27
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang mereka berdua (Habil) dan tidak diterima yang lain (Qabil).” (Almaidah : 27)

Menurut kisah dalam hadits, bahwa qurban yang diterima Allah adalah Qurbannya Habil, berupa domba kibas yang sehat dan gemuk. Skenario diterimanya qurban tersebut adalah dengan didatangkannya api yang melahap sang domba. Tidak dibakar, melainkan hilang dalam sekejap. Dan tidak pula diceritakan disembelih terlebih dahulu.

Sementara kisah qurban Nabi ibrahim, diceritakan pada surat Asshaffat : 102

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu: Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.'” (QS. ash-Shaffat: 102)

Ketika Nabi Ibrahim hendak menyembelih Ismail, seketika itu juga Ismail digantikan oleh domba kibas yang gemuk dan sehat.

Jika ditarik hipotesa bahwa domba Habillah yang menggantikan Ismail, maka besar kemungkinan, bahwa di dunia ini terdapat ceruk waktu yang tersembunyi dalam lipatan gelombang ruang-waktu.

Jika demikian adanya, maka untuk bisa menentukan awal peradaban (masa Nabi Adam), mungkin bisa dengan melakukan carbon dating pada tulang belulang domba yang menggantikan Ismail.

Wallahu a’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on September 11, 2016, in 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: