Membedah makna LEBAK CAWÉNÉ

Lebak Cawéné. Adalah penggalan kata yang ada pada Uga Wangsit Siliwangi. Bagi yang konsen terhadap isi dari Uga ini, pasti tidak akan asing lagi.

Lama saya mencari dan merenungkan makna dari lebak cawéné ini, khususnya pada kata “cawéné”. Lebak sendiri dapat diartikan sebagai lembah. Sementara, telah banyak tulisan yang saya baca, mengartikan kata cawéné dengan menghubungkannya dengan kata cawane, cawen, cawan. Namun saya meragukan arti kata itu, dengan alasan bahwa, kata-kata itu tidak dikenal dalam bahasa Sunda. Sementara isi Uga sepenuhnya memakai bahasa Sunda. Saya pernah mencoba mencarinya di kamus bahasa Sunda R. Dana Dibrata, namun saya tidak kunjung menemukannya. Hingga saya teringat pada lagu Sunda era 80an, yang menyebut kata cawéné dalam syairnya. Dari syair tersebut, kata cawéné mengarah kepada arti gadis atau perawan, karena dipasangkan dengan kata bujang. Inilah potongan syair lagu tersebut:

===
Judul Lagu : Carpon
Dipopulerkan oleh Grup Inohong di Bojong Rangkong

Carpon Carita pondok, ngundang kapanasaran,
mun maca carita pondok, pikiran jadi caraang
Carpon Carita pondok, dongeng nu sakahayang,
Mun maca carita pondok, mamanahan ge bungangang.

Aya AWEWE geulis, tapi euweuh sirahan
Aya LALAKI leumpang, tapi euweuh sukuan
Aya WANOJA seuri, tapi euweuh biwiran
Aya JAJAKA nekad, ngadahar sirah sorangan
Aya CAWENE lenjang, tapi tanpa kalangkang
Aya si BUJANG gandang, tapi kakalayangan

Aya inohong leumpang, tapi tanpa jugjugan
Malah jeung silih hakan, ngalegleg batur sorangan
===

Perhatikan kata-kata yang saya cetak dengan huruf kapital (AWEWE, LALAKI, WANOJA, JAJAKA, CAWENE, BUJANG).

Jika anda mendengar syair lagunya secara langsung, maka akan menemukan penggalan pasangan tiap bait. AWEWE dengan LALAKI, WANOJA dengan JAJAKA, dan CAWENE dengan BUJANG. Jika demikian adanya, maka pasangan CAWENE adalah BUJANG. Sementara bujang itu masih sama dengan jajaka, dan lalaki, dengan predikat belum menikah. Sehingga, Cawene juga sama, seperti halnya wanoja dan awewe. Jika bujang predikatnya belum menikah, maka seharusnya cawene pun demikian. Sehingga itu diidentikkan dengan perawan atau gadis.

Jika saya ambil pemaknaan cawéné sebagai gadis atau perawan, maka arti dari lebak cawéné adalah LEMBAH PERAWAN.

LEMBAH PERAWAN. Dalam pemikiran saya, dua kata ini bermakna majemuk, artinya mempunyai berbagai kemungkinan makna.

Kemungkinan pertama. LEMBAH PERAWAN adalah lembah yang belum terjamah oleh siapapun. Artinya, belum ada seorangpun yang pernah menemukannya.

Kemungkinan kedua. LEMBAH PERAWAN adalah lembah tempat berkumpulnya para gadis perawan. Adakah di dunia ini tempat seperti itu? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Namun, pemikiran saya menemukan tempat yang mutlak ada, diisi oleh para gadis perawan, dialah tempat yang disebut dengan NIRWANA.

Wallahu a’lam bishowab

Dibedah oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on Agustus 2, 2016, in 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: