Tujuh Indera pada Manusia

Secara umum, indera yang dimiliki oleh manusia terdiri dari lima indera, yakni mata, telinga, lidah, hidung dan kulit. Kelima indera tersebut mempunyai fungsi masing-masing yang bertugas untuk menghubungkan lingkungan luar dan alam jiwa. Selain kelima indra tersebut, disebutkan ada satu indera tambahan atau indera keenam yang sebetulnya dimiliki oleh diri setiap manusia.

Dalam penelaahan saya, sebetulnya indera manusia tidak terhenti sampai enam, namun manusia memiliki tujuh indera, yang kesemua indera tersebut dimiliki secara fitrah oleh diri manusia. Hanya saja, pada kehidupan nyata, hanya lima indera yang mudah diamati dan dirasakan fungsinya secara langsung oleh manusia. Sementara dua indera lainnya, sedikit saja manusia yang berhasil memanfaatkan fungsinya.

Pada catatan kali ini, saya tidak akan membahas kelima indera yang telah kita kenal secara umum, karena sudah begitu banyak referensi yang menerangkan akan hal itu. Saya hanya akan membedah dua indera di luar indera yang lima (mata, telinga, hidung, lidah dan kulit).
Dua indera tersebut adalah:

  1. Indera visualisasi objek cahaya tak tampak, dan
  2. Indera modulator frekwensi di bawah 20 Hz dan di atas 20.000 Hz

Pembahasan:

1. Indera Visualisasi Objek Cahaya Tak Tampak

Manusia akan dapat mendeteksi panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm, meskipun beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm (atau dalam frekuensi 790-400 terahertz). Manusia yang dapat menangkap panjang gelombang di luar area panjang gelombang 400 -700 nm, adalah manusia yang dianugerahi indera visualisasi objek cahaya tak tampak.

2. Indera modulator frekwensi di bawah 20 Hz dan di atas 20.000 Hz

Secara normal, manusia dapat mendengar suara di kisaran frekwensi 20 s.d. 20.000 Hz. Di luar frekwensi tersebut, manusia tidak dapat mendengarnya. Namun, bagi sebagian orang, masih bisa mendengar suara di luar range frekwensi tersebut. Bahkan bukan hanya mendengar, namun, alat modulasi dalam tubuh manusia yang mampu mendengar frekwensi tersebut, dapat menterjemahkan bahasa verbal yang bahasanya bukan merupakan bahasa verbal secara lisan manusia, tapi bahasa verbal universal, sehingga dapat mengerti berbagai ragam bahasa alam yang bahasanya berbeda dengan bahasa komunikasi manusia secara umum. Secara model, kemampuan ini dimiliki oleh Nabi Sulaeman, yang mengerti berbagai bahasa makhluk dan alam. Dan bagi manusia keumuman, model ini adalah kemampuan telepati.

Jika saya rangkum, ketujuh indera yang dimiliki oleh manusia adalah:

  1. Mata, berfungsi untuk melihat objek cahaya tampak
  2. Telinga, berfungsi untuk mendengar suara di frekwensi 20 s.d. 20.000 Hz
  3. Kulit, berfungsi untuk merasakan panas dingin (suhu) objek dan lingkungan
  4. Hidung, berfungsi untuk mengenali bau
  5. Lidah, berfungsi untuk mengenali rasa
  6. Indera visualisasi objek cahaya tak tampak
  7. Indera modulator frekwensi di luar range 20 s.d. 20.000 Hz

Saya menyebutnya dengan SAPTA INDERA

Oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on Desember 17, 2015, in 5. Sains, 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: