Kajian Lailatul Qodar (Bagian Kesatu)

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Arti Kata Lailatul Qodar

Secara Harfiyah, Lailatul Qodar terdiri dari dua kata, yakni Lail dan Qodar. Kata “Lail” mempunyai arti “malam” seperti yang tersurat dalam surat Al-Lail ayat 1

“Wallayli idza yaghsyaa”

Artinya : “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)” Al-Lail : 1

Dengan adanya kata “menutupi”, maka otomatis malam itu mengandung sebuah kata kerja, dimana ia terus bergerak seiring dengan gerak rotasi bumi.

Sedangkan kata Qodar memiliki makna “ukuran” seperti yang tersurat dalam surat Al-Qomar ayat 49:

“Inna Kulla Syay-in kholaqnaahu biqodarin”

Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. Al-Qomar : 49

Menurut surat Al-Qomar di atas, bahwa kata qodar memiliki arti ukuran.

Arti Lailatul Qodar menurut Surat Al-Qodar

Dalam beberapa tarjamah Al-Qur’an, dan beberapa Tafsir Al-Qur’an, Arti Lailatul Qodar langsung diartikan sebagai “Malam Kemuliaan”. Arti tersebut sebagai istilah yang digunakan surat Al-Qodar ayat ke 1 :

“Innaa anzalnaahu fi lailatil qodr”. Al-Qodar : 1

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”. Al-Qodar :1

Pemaknaan kata qodar sebagai kemuliaan, adalah sebuah akibat peristiwa yang dijelaskan pada ayat 4-5 surat Al-Qodar itu sendiri.

“Tanazzalul malaaikati warruhu fiiha biidzni Robbihim minkulli amr” Al-Qodar : 4

“Salamun hiya hatta mathlail fajr” Al-Qodar : 5

Artinya :

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. Al-Qodar : 4

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. Al-Qodar : 5

Dalam tafsir Jalalain dijelaskan bahwa : “Malam itu dinamakan sebagai malam yang penuh dengan kesejahteraan, karena para malaikat banyak mengucap salam, yaitu setiap kali melewatinya seorang mu’min baik laki-laki maupun perempuan mereka selalu mengucapkan salam kepadanya”. (tafsir Jalalain hal : 2760)

Akibat dari banyaknya malaikat yang turun ke bumi dan mengucap salam kepada setiap mukmin yang dijumpainya itulah, maka malam tersebut mempunyai predikat sebagai malam kemuliaan.

Untuk lebih menekankan kemuliaan tersebut, dijelaskan pula pada surat Al-Qodar ayat 3

“Laylatul qodri khoiru min alfi syahr” Al-Qodar : 3

Artinya : “ Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan” Al-Qodar : 3

Jadi, Lailatul Qodar memiliki dua predikat yang saling memberikan penekanan, yang pertama adalah predikat kemuliaan, dan yang kedua adalah predikat seribu bulan.

Jika demikian, apa objek utama yang diberikan dua predikat tersebut?

Objek utama yang diberikan predikat tersebut adalah “Lailatul Qodar” itu sendiri. Dan kenapa Allah memberikan dua predikat kepada malam tersebut? Karena pokok utamanya adalah turunnnya malaikat-malaikat Allah dan malaikat Jibril dengan seizin Robbnya untuk mengatur urusan. Urusan apa? Dalam bentuk apa? Tiada lain urusan bagi seluruh alam, dalam bentuk Qodar (ukuran).

Dalam tafsir Jalalain diterangkan bahwa : “mereka (malaikat) turun dengan seijin Rabbnya dengan membawa segala urusan yang telah menjadi ketetapan-Nya untuk tahun itu hingga tahun berikutnya.

Untuk dapat menggambarkan betapa banyaknya malaikat yang turun ke bumi pada malam itu, dapat diterangkan dengan menjelaskan kata Qodar berikut:

Kata Qodar menurut surat Al-Qomar ayat 49 yang telah disebutkan di atas, artinya adalah “ukuran”. Bagaimana aplikasinya dalam kehidupan riil? Aplikasinya dalam kehidupan riil, bahwa semua makhluk Allah di muka bumi ini tidak terlepas dari yang namanya ukuran (Qodar), atau sebut saja kadar (dalam bahasa Indonesia).

Ketika disebutkan kata kadar, maka kita mengenal istilah; kadar darah, kadar gula, kadar emas, kadar kelembaban, kadar air, kadar panas, kadar kebahagiaan, kadar kekayaan, kadar ilmu, kadar ketinggian, kadar kekeringan, kadar haemoglobin, kadar gula, kadar oksigen, kadar kolesterol, kadar kambium, kadar jat hijau daun, kadar keselamatan, dan masih banyak lagi kadar-kadar lain yang jika saya catat, memakan banyak waktu.

Sekarang kita bayangkan, jika satu malaikat membawa satu kadar untuk satu makhluk Allah, dapat dibayangkan, betapa banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk sekedar membawa kadar kepada makhluk bernama manusia. Sedangkan bukan hanya manusia yang ditentukan kadarnya pada malam itu, melainkan seluruh makhluk, termasuk hewan dan tumbuhan, baik yang ada di dasar laut, hingga ke puncak gunung. SUBHANALLAH, ALLAHU AKBAR !!!

Turunnya malaikat tersebut tidak turun lantas diam, melainkan mereka bergerak seiring dengan pergerakan malam (ingat arti lail dalam surat Al-Lail ayat 1, bahwa malam mengandung kata kerja). Dan mereka selalu mengucapkan salam kepada setiap mu’min yang dijumpainya. Pergerakan mereka dimulai dan berakhir pada titik bujur bumi yang sama. Sementara iring-iringan malaikat tersebut, yang paling belakang ada pada garis fajar.

Penjelasannya bahwa jika malaikat mulai turun di wilayah Indonesia, maka mereka akan bergerak ke arah barat melakukan putaran mengelilingi bumi satu kali penuh, hingga berakhir kembali di wilayah Indonesia kembali, persis di garis ketika mereka mulai. Jadi, satu keliling penuh bumi terlewati oleh malaikat, artinya dengan satu putaran penuh tersebut semua urusan disampaikan ke bumi oleh para malaikat.

Wallahu a’lam bishowab

Demikian kajian Lailatul Qodar yang dapat saya sajikan.

Saya berlindung kepada Allah atas segala kesalahan dan kekeliruan penjelasan yang telah saya paparkan.

Semoga di bagian akhir bulan Romadhon ini, kita diberikan kesempatan mendapatkan Lailatul Qodar. Amin.

Kang Haye (HYA)

Posted on Juli 12, 2015, in 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: