Kajian Lailatul Qodar (Bagian Kedua)

Seperti yang dikabarkan dalam surat Al-Qodar ayat 1 yang berbunyi :

“Inna anzalnahu fii lailatil qodr” : Al-Qodar  : 1
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan”. Al-Qodar : 1

Dalam tafsir jalalain dijelaskan bahwa : ”Allah telah menurunkan Al-Qur’an seluruhnya secara sekali turun dari Lauh Mahfudz hingga ke langit paling bawah, yaitu pada malam Lailatul Qodar, malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran “. (Tafsir Jalalain hal : 2759).
Pernyataan pada surat al-Qodar ayat 1 tersebut mengandung sejumlah permasalahan yang saya rumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah lailatul qodar telah ada dan berlangsung disaat sebelum kerasulan Muhammad?
  2. Apakah Al-Qur’an diturunkan satu kitab seluruhnya pada masa setelah kerasulan Muhammad, atau sebelum kerasulan Muhammad?
  3. Dalam bentuk apa Al-Qur’an diturunkan satu kitab penuh dalam sekali turun di malam lailatul qodar?

Dari ketiga rumusan permasalahan di atas, saya mencoba untuk membedah satu-persatu, dan semoga pembedahan ini mendapatkan bimbingan dari Allah swt, sehingga apa yang saya sampaikan tidaklah menyalahi ketetapan-Nya. Dan jikapun pembedahan saya ini menyalahi, saya memohon ampunan, dan berlindung kepada Allah atas segala kesalahan dan kekeliruan penyampaian.

Permasalahan pertama:
Apakah lailatul qodar telah ada dan berlangsung disaat sebelum kerasulan Muhammad?

Untuk menjawab permasalahan tersebut, saya sampaikan surat Al-Qodar ayat 4:

“Tanazzalul malaaikati warruhu fiiha biidzni Robbihim minkulli amr” Al-Qodar : 4
Artinya :  “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. Al-Qodar : 4

Dalam tafsir Jalalain dijelaskan : “mereka (malaikat) turun dengan seizin Rabbnya dengan membawa urusan yang telah menjadi ketetapan-Nya untuk tahun itu hingga tahun berikutnya. (Tafsir Jalalain hal : 2759)

Keterangan dalam tafsir Jalalain yang menyebutkan “untuk tahun itu hingga tahun berikutnya”, menjadi indikasi bahwa, jauh sebelum kerasulan Muhammad, lailatul qodar itu sudah ada, dan sudah berlangsung sejak penciptaan langit dan bumi. Hipotesa ini didasarkan pada kerangka berpikir, bahwa jika urusan-urusan yang dibawa oleh malaikat dibawa dalam satu tahun sekali, maka jika kita berpikir bahwa lailatul qodar itu ada setelah kerasulan Muhammad, berarti sebelum kerasulan Muhammad, setiap tahun bumi tidak pernah diurus oleh Allah dengan segenap perangkat Kerajan-Nya (malaikat), karena sudah jelas, bahwa urusan itu ditetapkan dan diturunkan oleh Allah melalui malaikat dalam rentang waktu satu tahun. Jadi, kesimpulan hipotesa saya untuk permasalahan ini adalah: “lailatul qodar itu sudah ada dan berlangsung sejak penciptaan langit dan bumi”, karena sejak penciptaan itu, Allah melalui malaikat-malaikat, terus melakukan kontrol urusan terhadap semua makhluk ciptaan-Nya. Hanya saja, istilah Lailatul Qodar baru diperkenalkan setelah kerasulan Muhammad.
Jika lailatul qodar ditafsirkan baru ada dan terjadi setelah kerasulan Muhammad, berarti sekali lagi, sebelum kerasulan Muhammad bumi tidak pernah diurus oleh-Nya. Karena inti Lailatul Qodar adalah diturunkannya urusan yang menjadi ketetapan-Nya, bukan diturunkannya Al-Qur’an.  Jika inti Lailatul Qodar itu adalah peristiwa diturunkannya Al-Qur’an, Al-Qur’an apalagi yang diturunkan setiap tahun?

Permasalahan Kedua:
Apakah Al-Qur’an diturunkan satu kitab seluruhnya di malam lailatul qodar pada masa setelah kerasulan Muhammad, atau sebelum kerasulan Muhammad?

Untuk menyingkap permasalahan ini, kita pelajari urutan diturunkannya surat Al-Qodar.
Dalam Kitab Al-Qur’an dan Terjemahannya yang diterbitkan oleh Mujamma’ Al Malik Fahd Li Thiba’at Al-Mushaf, disebutkan bahwa Surat Al-Qodar itu diturunkan setelah surat ‘Abasa. Artinya, surat Al-Qodar diturunkan bukan pada permulaan wahyu, atau bukan pula sebagai penutup wahyu, sementara kabar diturunkannya Al-Qur’an merupakan bentuk kata kerja yang sudah terjadi.

“Inna anzalnahu fi lailatil qodr” : Al-Qodar  : 1
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan”. Al-Qodar : 1

Meski kabar ini disampaikan setelah kerasulan Muhammad, namun dikarenakan isi kabarnya adalah suatu peristiwa yang telah terjadi, maka saya mempunyai hipotesa bahwa Al-Qur’an itu diturunkan satu kitab penuh pada malam lailatul qodar sebelum kerasulan Muhammad, sebelum Nabi Muhammad menerima wahyu pertama, yakni surat al-‘Alaq.

Saya memperkirakan, rentang diturunkannya Al-Qur’an satu kitab penuh itu dimasa kekosongan Kerasulan sebelum Muhammad diutus menjadi rasul, agar menjadi penyempurna kitab-kitab sebelumnya (Taurat, Zabur dan Injil).
Firman-firman Allah dalam kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan satu kitab penuh tersebut selanjutnya disampaikan oleh Jibril secara bertahap, sesuai situasi dan kondisi masa kerasulan Muhammad kala itu, agar lebih mudah dicerna  dan difahami langsung sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi Muhammad dan ummatnya kala itu, dengan diawali turunnnya wahyu surat al-‘Alaq ayat 1 sampai dengan 5.

Permasalahan Ketiga:
Dalam bentuk apa Al-Qur’an diturunkan satu kitab penuh dalam sekali turun di malam lailatul qodar?

Untuk permasalahan ini, saya belum mendapatkan petunjuk apapun, dan belum sanggup membuat hipotesanya.

Demikian Kajian Lailatul Qodar Bagian Kedua ini.

Wallahu a’lam Bishowab

Kang Haye (HYA)

Posted on Juli 12, 2015, in 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: