Idealisme

Idealisme dibentuk dari dua kata, yaitu idea dan lisme. Idea = ide = gagasan; rancangan yang tersusun dalam pikiran; cita-cita. Menurut Plato, Idea atau ide adalah alam yang terdapat dalam jiwa. Sementara kata lisme = menunjukkan istilah yang digunakan untuk menyatakan aliran atau faham.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Idealisme adalah:

  1. aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami;
  2. hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna;
  3. Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Setiap individu mempunyai ide atau alam khayal masing-masing. Terkadang, alam khayal setiap individu itu tak sepenuhnya sama, kadang ada yang dilandasi dengan logika yang diakui secara universal, atau ada juga yang dilandasi dengan logika yang menyimpang. Jikapun kedua ide mempunyai landasan logika yang universal, namun tetap mempunyai kemungkinan terjadinya percabangan logika, yang menyebabkan keduanya menjadi saling berhadapan. Ketika ide setiap orang tidak dapat dipersamakan, dan setiap individu memilih merealisasikan idenya masing-masing, maka muncullah kesenjangan, dan kesenjangan inilah yang dinamakan sebagai masalah.

Individu yang dalam idenya tak menyertakan penyelesaian masalah, maka ia akan terbendung dalam masalah itu. Namun individu yang menyertakan solusi penyelesaian masalah dalam idenya, maka ia akan sukses melewati masalah.
Idealisme seyogyanya tumbuh pada diri setiap individu. Individu yang tumbuh dengan mempelajari realitas yang berkembang, dan menyimpan realitas itu sebagai pengalaman dalam alam memorinya, untuk digunakan nanti dalam penyelesaian masalah jika terjadi kesenjangan dalam idenya, maka ia akan menjadi orang yang sukses dalam aplikasi ide-idenya di alam realitas.

Namun, jika suatu individu tumbuh dengan bersikap statis terhadap perkembangan realitas, dan menganggap idenya merupakan suatu hal yang sempurna sehingga tidak diperlukan lagi pemecahan masalah, maka ia pun akan menjadi orang yang sukses dalam aplikasi ide-idenya di alam idenya sendiri.

Setiap orang memimpikan sesuatu yang ideal, yaitu suatu fenomena realitas yang sesuai dengan alam pikirannya, namun tidak semua fenomena realitas itu akan sesuai dengan alam pikirannya. Sehingga, diperlukan suatu ilmu untuk singkronisasi alam ide dan alam realitas.

Individu yang frustasi terhadap realitas sehingga tidak bisa merealisasikan ide-idenya, dan memilih untuk ikut arus realitas atau terbawa ide individu lain, tidak bisa disebut sebagai individu yang idealis.

Sementara Individu idealis dikelompokkan menjadi dua:

  1. Individu idealis yang sukses membuat sinkronisasi alam ide dan realitas, sehingga ide-idenya dapat tersampaikan dan diaplikasikan di alam realitas, merupakan individu idealis sempurna.
  2. Individu idealis yang bersikukuh terhadap alam idenya sehingga tidak berhasil membuat sinkronisasi alam idenya dengan alam ralitas, sehingga ide-idenya tidak dapat teraplikasikan di alam realitas, merupakan individu idealis yang kurang sempurna.

Posted on Juni 17, 2015, in 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: