Tak Ada Pengusiran Adam dari Surga

Ketahuilah wahai saudarku! Adam tak pernah diusir dari Surga, melainkan ia menerima “Perintah” Allah untuk menghuni bumi ini, ingat, “PERINTAH” bukan “DIUSIR”. Kalimat “pengusiran” saya pikir tidak tepat untuk Adam yang telah dipersiapkan dari awal untuk dijadikan kholifah di muka bumi ini.

“…..Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi……” (Al-Baqarah : 30)

dan setelah proses penciptaan adam selesai, maka turunlah perintah itu :

“Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah : 38)

Kesalahan adam yang memakan buah yang dilarang oleh Allah tidak bisa dijadikan dasar “Pengusiran”, karena sebelum ayat yang ke-38 tersebut turun, terlebih dulu turun ayat ke-37 tentang pengampunan Adam yang memakan buah yang dilarang Allah.

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah 37)

Jadi pandangan saya sejauh ini; berdasarkan skenario yang tersirat dalam surat Al-Baqoroh Ayat 30-38, sekalipun Adam tidak memakan buah “Khuldi”, Allah akan tetap menurunkan Adam ke muka bumi sebagai kholifah sesuai dengan rencana-Nya di surat Al-Baqoroh ayat ke-30.

Wallahu a’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on September 19, 2012, in 4. Pilsafat. Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Jadi kisah-kisah pengusiran adam dan hawa itu dr mana asalnya dan adakah dalil-dalil pendukungnya. Saya pun dan mungkin sebagian umat islam sering mendengar kisah pengusiran itu yang kesannya memang sebagai hukuman atas kesalahan adam dan hawa, bukan sebagai perintah untuk menjadi khalifah di bumi.

  2. Pandangan saya, selama ini telah terjadi penyimpangan cerita/kisah tentang proses penciptaan adam sampai ia diturunkan ke bumi. Penyimpangan tersebut bisa diakibatkan informasi yang hanya didengar lalu diceritakan kembali secara berkesinambungan hingga dalam kurun waktu dari semenjak turunnya wahyu tentang penciptaan Adam sampai sekarang menyebabkan kisah yang sangat terkesan berbeda dari sumber aslinya. Dan yang lebih pokok dari itu, penyimpangan cerita dapat diakibatkan pola penafsiran yang berbeda-beda hingga mengakibatkan cerita yang selama ini banyak digaungkan.
    Dan pegangan saya sejauh ini, dalil Al-Qur’an-lah yang paling akurat. Adapun logika penafsiran yang saya paparkan di atas tentunya merunut dari ayat demi ayat yang diturunkan, dan yang paling pokok adalah ayat kunci untuk dapat memahami “tidak ada pengusiran adam dari surga” adalah ayat Al-Baqoroh ke 30 di atas.

    Wallahu a’lam bishowab

  3. Sepakat dengan Admin, soalnya walaupun saya bukan ahli agama, kok rasanya janggal, Adam dan Hawa seorang diturunkan ke bumi adalah sebagai hukuman atas dosanya. Bukan takdir sebagai penghuni dan khalifah di muka bumi. Lalu secara dangkal kita jadi berpikir, berarti adam dan Hawa bisa saja tak akan pernah turun ke bumi dan menjadi cikal bakal manusia seperti kita jika Hawa tak melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi, dan kita manusia gak akan pernah tinggal di bumi. rancu kan?😀 ini sih hanya pandangan orang yang awam masalah agama.

  4. Assalaamu’alaikum
    Kefahaman saya setelah mengambil kira dari beberapa sudut termasuk evolusi otak dan penumbuhan otak manusia, begini:

    1) Nabi Adam (as) sememangnya dijadikan untuk menjadi Khalifah Allah (swt).
    2) Dia diturunkan ke Bumi dalam keadaan di Syurga (dari segi mindanya). Selain daripada kebolehan fizikal, kemampuan manusia untuk bertindak melebihi batasan yang kita ketahui sekarang. Kuasa dan daya minda manusia mengatasi kebolehan makhluk-makhluk lain. Kehidupannya di muka Bumi ini sebagai seorang Khalifah dalam suasana Syurga sehingga Nabi Adam (as) tertipu oleh iblis
    3) Phenomenon buah khaldun adalah satu perubahan otak – sama ada dari segi evolusi atau perubahan sepontan (evolusi bentuk kejutan). Kemungkinan evolusi kejutanlah yang berlaku oleh kerana phenomonon ‘hasutan iblis’. Nafsu ‘ego’ ataupun ‘self’ terbentuk, dengan izin Allah, dalam sistem nafsu murni yang sedia ada pada sistem nafsu Manusia.
    4) Apabila terjadinya (evolve) nafsu ego atau self ini, satu kesedaran lain menjelma di minda manusia. Adam mula mengenali auratnya; kebolehan ke-‘syurga’-an tidak lagi menjadi, mereka menjadi ‘jahil’ dan memerlu bimbingan Allah (swt), manusia sering bergaduh kerana ego dan self mereka. Jadi, Adam dan Hawa hidup di ‘Dunia’ (bukan lagi ‘Syurga’) di muka Bumi Allah ini.

    Allahuwaklam. Ini adalah sebuah pandangan saja; buka tafsiran (al-Quran). Latar belakang saya adalah seorang Research Scientist. Saya membaca al-Quran, kitab-kitab dan buku-buku sains.

    Wassalaam

  5. maaf saya mau nanya?
    setelah penciptaan nabi adam katanya malaikat dan iblis,juga semesta alam bersujud pada allah atas ciptaan nya yang sempurna
    hanya iblis yang tidak mematuhinya.dan iblis berjanji akan menjadi musuh nabi adam.
    tempat nabi adam di sorga sedng iblis di neraka. apakah sejak kejadian di atas iblis masih bisa bebas mundar mandir ke sorga.untuk menggoda nabi adam.
    saya berpendapa setiap nabi itu utsan. bukan hukuman.
    sy stju dgn penulis.
    maaf klw salh. pdt orng awam.

  6. mantaaappp..sy setuju dg pendapat admiiin..
    kemungkinan kata pengusiran itu krn salah menafsirkannya dr prtama..dan akhirnya mnjadi kata yg berkesinambungan..

  7. he he he………….Saya hanya sedikit heran, kenapa adam dan hawa disebut sebagai ibu dan bapaknya manusia sedunia ini ???? (Adam dan Hawa berhubungan badan, lalu beranak cucu sampai banyaknya seperti sekarang).

    1. Seandainya Adam dan Hawa bahasa sehari harinya menggunakan bahasa Indonesia, maka anak cucunyapun akan berbahasa Indonesia, lalu darimana jutaan bahasa yang ada di muka Bumi ini ???.

    2. Seandainya Ras Adam dan Hawa adalah Ras Asia, maka jelas anak cucunya akan mempunyai Ras Asia, lalu darimana datangnya Ras yang lainnya ???

    3. Yang terakhir, seandainya golongan darah Adam adalah B dan golongan darah Hawa adalah A, Anak Cucunya akan bergolongan darah A, B atau AB. Nah lalu yang bergolongan darah O itu anak siapa ??? ( jangan main main dengan DNA lho, ini tidak terbantahkan ).

    Benarkah Manusia2 yang ada di seluruh muka Bumi ini adalah keturunan Adam dan Hawa ????……………………..sebaiknya direnungkan lagi lebih mendalam.
    Gunakan Akal, sebab Manusia bisa dinyatakan paling mulia dibanding Mahluk lainnya adalah karena dikaruniai AKAL !!!.
    Bangunlah dari hipnotis orang orang asing lur, kita ini orang Nusantara, keturunan orang orang beradab bukan keturunan orang orang jahiliyah !!!!.

  8. Saya juga punya pertanyaan yang sama dengan mangitok yaitu pertanyaan no 1.. Sahabat saya pun menanyakan hal itu.
    Untuk pertanyaan no 2 itu bisa di jawab dengan ilmu genetika. Saya rasa seperti itu.
    yaitu misalnya ada itu PP hawa pp akan ada 4 kemungkinan. Adam dan hawa punya 4 anak, bukan? dan tidak di jelaskan pula adam dan hawa suku dari ASIA. saya rasa, untuk masalah ras bisa berkembang. Karena Qabil dan habil berebut iqlima yang cantik. apabila Lubuda di ibaratkan seperti orang-orang suku2 afrika lalu Iqlima di ibaratkan suku eropa.. Qabil bisa jadi seperti chinese, mungkin Habil suku yang lain, tentunya bisa dong kemungkinan ras-ras baru muncul.

    untuk pertanyaan no 3 saya rasa analoginya sama dengan genetika.

    Golongan darah B dan A, belum tentu adalah golongan darah yang murni A dan B. Bisa jadi percampuran dari golongan darah 0 atau O. karena golongan darah O yaitu golongan darah yang tidak memiliki anti gen A dan anti gen B.

    Seandainya adam itu AO, dan hawa itu BO tentunya akan bisa menghasilkan
    anak AO, BO, AB dan OO.
    Semoga bermanfaat.
    Saya tunggu jawaban no 1🙂

  9. Saya coba jawab no. 1
    Orang kubu atau suku anak dalam Jambi asalnya dari org Minang tepatnya di daerah kubu karambia di Padang panjang Sumbar, mereka awalnya melarikan diri jauh ke dalam hutan belantara karena tidak tahan dengan kerja paksa pada masa penjajah Belanda, namun seiring perjalanan waktu serta terputus dg dunia luar maka bahasa asli minang yg dibawa generasi awalnya sudah mengalami banyak perubahan dan hampir tidak bisa komunikatif lg dgn org minang, penyebabnya kondisional lingkungan tempat tinggal yg mempengaruhi mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: