Berjudi dengan Tuhan

Catatan ini saya tulis sebagai penghilang kejenuhan setelah berhari-hari mendampingi ayah yang terbaring di ruang intensif RS. Hasan Sadikin Bandung, selain juga pengobat rasa rindu saya untuk membuat artikel setelah sekian lama tidak membuat tulisan di blog saya ini.

Meskipun tulisan ini dibuat di lingkungan RSHS, namun saya belum berminat untuk menceritakan kisah hari-hari saya berada di Rumah Sakit. Saya cenderung lebih tertarik mengamati penomena menanti kelahiran sang buah hati, yang kebetulan, pada saat tulisan ini dibuat anak kedua saya baru menginjak 1 bulan 8 hari.

Bagi Anda yang telah berrumah tangga, menanti lahirnya sang buah hati adalah sesuatu hal yang sangat istimewa, meskipun harus menunggu sembilan bulan lamanya, namun hal tersebut tidaklah terasa menjadi suatu penantian yang panjang ketika pada waktunya sang buah hati terlahir dengan sehat dan sempurna, apalagi lahirnya sang buah hati sesuai dengan yang kita harapkan, lengkap sudah kebahagiaan yang dinantikan selama sembilan bulan lamanya tersebut.

Namun, apa jadinya jika kelahiran sang buah hati tidak sesuai dengan harapan? semisal kita mendambakan seorang putra, namun yang terlahir adalah seorang putri? atau kita menantikan kelahiran seorang putri, namun yang terlahir adalah seorang putra?

Hmm… sangat dilematis sekali bukan? Karena di satu sisi kita dituntut untuk bisa mensyukuri anugrah yang Tuhan berikan, namun disisi lain mungkin kita masih merasakan kebelum-lengkapan suatu kebahagiaan dalam sebuah rumah tangga, atau dengan istilah lainnya adalah adanya rasa “penasaran”.

Adakalanya saya memperhatikan rumah tangga yang telah dikarunia beberapa anak, ada yang telah dikarunia dua anak dengan jenis kelamin yang sama, ada yang dikarunia bahkan lebih dari tiga anak dengan jenis kelamin yang sama. Saya menangkap isyarat dari keluarga-keluarga yang mempunyai anak denganjenis kelamin yang sama, masih ada semacam harapan untuk dikarunia seorang anak dengan jenis kelamin berbeda dengan sebelumnya, sehingga meskipun telah dikaruniai lebih dari tiga anak, mereka masih berminat untuk program anak selanjutnya, dengan harapan menang berjudi dengan Tuhan…. hmmmm????

Kalo saya pribadi telah menang berjudi dengan Tuhan.

Alhamdulillah ya….

oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on Juli 8, 2012, in 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: