Universalitas “Lailaha Ilallah”

Allah merupakan sebuah asma, nama atau sebutan untuk memanggil sosok Maha sebagai Penguasa Alam Raya dalam konsep Tuhan yang dibawa oleh Muhammad SAW dari tanah Arab 14 abad silam. Tentu kita semua tahu, bahwa ketika Muhammad diutus sebagai rasul, keadaan masyarakat Arab dalam hal ini adalah kaum Quraisy, keadaannya dalam kondisi jahiliyah, dan menyembah tuhan yang dalam konsep mereka (kaum Quraisy), merupakan sosok yang banyak atau dikenal dengan istilah polytheism. Dari konsep politheism tersebutlah kaum Quraisy pada waktu itu menyembah berbagai jenis berhala yang sepengetahuan saya dinamakan dengan Latta dan Ujja.

Di tengah-tengah masa jahiliyah kaum Quraisy, diutuslah Muhammad untuk memberikan peringatan dan meluruskan akhlak kaum Quraisy pada waktu itu, dan memperkenalkan kembali konsep Tuhan Monotheism atau Tuhan yang memiliki sosok Tunggal. Tuhan yang diperkenalkan oleh Muhammad kemudian dikenal dengan istilah Allah. Perihal penamaan Allah sendiri sebagai atribut nama untuk memanggil Tuhan, tidak bisa dilepaskan dari akar bahasa dan budaya dimana Muhammad dilahirkan dan menjadi utusan. Di tanah Arab sendiri kala itu, istilah untuk memanggil tuhan dikenal dengan istilah Ilah.

Para ahli kemudian mempunyai pandangan berbeda perihal penamaan Allah sendiri, ada yang kemudian berpendapat bahwa nama Allah berasal dari kata Ilah atau Al-Ilah, ada juga yang berpendapat bahwa kata Allah berasal dari bahasa Aram, yakni “Alaha” yang dimaknai juga sebagai Tuhan. Menurut saya, di sinilah letak ketidakbijakan dimulai, kenapa sebab? karena ternyata pada akhirnya akan menimbulkan kerancuan akan makna universal dari Tuhan yang digaungkan sebagai Sosok Yang Maha Tunggal.

Kita sebagai umat muslim, tentunya jangan terjebak dalam lingkup sempit dari atribut Tuhan itu sendiri, karena jika kita terjebak dalam lingkup sempit atribut tentang Tuhan, maka kita tidak akan pernah menggapai makna hakiki dari ke-Esaan Tuhan itu sendiri.

Pandangan saya, bahwa apapun itu namanya, Allah, Ilah, Alaha, itu semua hanyalah atribut akan asma atau nama, sehingga jangan lupa, selain dari kata Allah, Tuhan dalam Islam pun mempunyai nama-nama lainnya yang sering diistilahkan dengan Asmaul Husna, atau nama-nama baik bagi Allah yang berjumlah 99. Nah, nama lain dari Allah yang berjumlah 99 tersebut tidak lantas kita mengasumsikan bahwa Tuhan dalam Islam berjumlah 99 bukan? pada kenyataannya, Tuhan Allah tetaplah satu Sosok Tunggal Yang Maha Agung.

Sebetulnya bukan hanya Muhammad sebagai pelopor dari konsep Tuhan Tunggal atau monotheism, jauh sebelum Muhammad, utusan-utusan Allah yang lain yang begitu banyak dan tersebar di seantero jagat juga tentunya membawa risalah tentang konsep Tuhan Tunggal (monotheism), dan pandangan saya, rasul-rasul lain pun memberikan nama akan Tuhan, dimana yang pasti, pemberian nama tuhan tidak akan terlepas dari akar bahasa dan budaya dimana rasul itu turun. Jadi apakah saya akan mengatakan bahwa rasul Allah yang lain pun memberikan nama berbeda sesuai dengan tradisi masyarakat dimana rasul itu turun? Oh tentu ! Terus kenapa nama Tuhannya harus berbeda? Ini semata-mata untuk lebih mendekatkan kepada istilah dan makna setempat, sehingga mudah dipahami dan dimengerti oleh kaum dari masing-masing rasul tersebut.

Kita sebagai Muslim tentu harus mematrikan di dalam jiwa terdalam kalimat “Lailaha Ilallah”, sehingga, jangan pernah ada sosok lain selain Allah yang mengganggu pikiran dan keyakinan kita. Jika kita masih menganggap bahwa dengan beragam jenis nama tuhan yang sama-sama terlahir dari konsep monotheism, terus kita memandangnya sebagai sosok-sosok yang berbeda, berarti kita belum paham makna sejatinya dari Tuhan sebagai Sosok Maha Tunggal “Lailala Ilallah”. Karena jika kita masih beranggapan dengan banyaknya nama Tuhan berarti banyaknya sosok Tuhan juga, maka sesungguhnya kita terjebak dalam lingkup sempit atribut tentang asma Tuhan.

Jika kita mau mempelajari lebih dalam ajaran agama atau keyakinan lain yang memiliki konsep Tuhan monotheism, maka apapun nama atau istilah Tuhan dari ajaran agama atau keyakinan tersebut, sejatinya Dia-lah Allah yang dikonversikan dalam bahasa tradisi dan budaya lokal setempat. Ingat sekali lagi, Allah memiliki nama lain sebanyak 99 nama, dan itu tidak berarti Allah merupakan sosok 99 yang berbeda, Ia tetap Sosok Tunggal Yang Maha Esa.

Agar logikanya lebih sederhana, saya ambil contoh konsep Tuhan ajaran “Sunda Wiwitan” yang ternyata menganut sistem monotheism. Dalam ajaran ini, memakai istilah “Sang Hyang Kersa”, “Batara Jagat”, dan Batara Seda Niskla” untuk menamakan sosok Tuhan. Meskipun tiga nama berbeda, ternyata tetap nama dari satu sosok Tuhan Yang Maha Esa.

Sekarang kita maknai dengan lebih universal, agar kita dapat menemukan makna sejati Tuhan Tunggal atau monotheism.

Kata Sang Hyang Kersa, mempunyai arti Yang Maha Mengabulkan, ini sepadan dengan istilah Asmaul Husna “Al-Mujib” yang berarti Maha Pengabul. Apa bedanya dengan Sang Hyang Kersa yang juga memiliki makna Yang Maha Pengabul?
Sekarang kita lihat makna Batara Jagat yang bermakna Maha Penguasa, apa bedanya dengan istilah asmaul husna “Malik Al Muluk” yang berarti Maha Pemilik Kekuasaan?
Dan apa bedanya makna Batara Seda Niskala yang berarti Yang Maha Ghaib dengan istilah asmaul husna “Al-Bathin”?

Jadi sekarang jelas, bahwa Allah, Al-Mujib, Al-Mulk, Al-Bathin, Sang Hyang Kersa, Batara Jagat, Batara Seda Niskala dan istilah lainnya dalam konsep Tuhan Tunggal, ternyata adalah sosok yang sama. Jika Anda masih melihatnya sebagai sosok yang beda, meskipun anda berikrar “Lailaha Ilallah”, sesungguhnya alam bawah sadar anda masih mengakui sosok tuhan yang banyak, dan bukankah itu sebagai pemungkaran akan makna sejati “Lailaha Ilallah”?

Wallahu a’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali

Bersambung ke Pendalaman Universalitas Lailaha Ilallah

Posted on Maret 15, 2012, in 4. Pilsafat. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. http://www.angelfire.com/mac2/yginsaf/namaislam/index-asmaulhusna.html

    Anda menyimpulkan seperti itu apa sumbernya? Semua nama yang mengagungkan nama Allah itu baik, alangkah lebih baik masuk dalam Asmaul Husna dan nama Allah sudah dalam Al Qur’an.
    🙂 slm sahabat muslimin.

  2. JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
    KONSEPSI WIWITAN YANG TAK LAIN ADALAH
    KONSEPSI SANGKAN PARANING DUMADI.

    Apa kata Mandalajati Niskala?

    Mandalajati Niskala menuturkan:
    Berbicara KONSEPSI WIWITAN tak lain
    adalah berbicara KONSEPSI PRIMA CAUSA atau
    KONSEPSI JAWAHAR AWAL & JAWAHAR AKHIR.

    JAWAHAR AWAL disebut “TATANAN WIWITAN”, yaitu
    SUNA + DA = SUNDA atau Tatanan Bumian.
    JAWAHAR AKHIR disebut “TATANAN TAMATAN”, yaitu
    SUNA + H = SUNAH atau Tatanan Langitan.

    Catatan :
    Suna = Tatanan
    Da/D = Bumian
    Ha/H = Langitan

    Sunda adalah SISTEM FITRAH BUMIAN
    disebut “FEMINIM SYSTEM”.
    Sunah adalah SISTEM FITRAH LANGITAN
    DISEBUT “MASKULIN SYSTEM”.
    Keduanya merupakan SISTEM FITRAH IBU & BAPA,
    atau WIWITAN & TAMATAN yang satu sama lain
    harus mengikat & “TIDAK BOLEH BERCERAI”
    Ikatannya sendiri adalah IKATAN
    SISTEM KESELAMATAN, yang secara bahasa
    disebut “SISTEM ISLAM”.
    Sunda adalah SISTEM ISLAM BUMIAN.
    Sunah adalah SISTEM ISLAM LANGITAN.
    Sunda adalah SISTEM KEIBUAN.
    Sunah adalah SISTEM KEBAPAAN.
    Hindarkan EGO SUNDA & hindarkan EGO SUNAH, sbb
    keduanya merupakan FITRAH YG HARUS BERSATU.
    Demikian kata Mandalajati Niskala.

    Jika demikian menurut saya (Sandi Kaladia)
    untuk kata SUNDA, kata SUNAH, kata ISLAM,
    maupun kata WIWITAN jangan memakai LEBEL
    AGAMA atau LEBEL KEPERCAYAAN, sbb ITU
    SEMUA ADALAH HAL-HAL YANG FITRAH.

    Selanjutnya MANDALAJATI NISKALA dlm penggalian
    memasuki Ruang Insun, telah Melahirkan
    Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
    yg Fitrah, Original & ditemukan Sangat Anyar.
    KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
    SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
    DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

    1♥Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
    akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
    (HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
    JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
    TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
    Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
    SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

    2♥Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
    akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
    (Potensi HI~DI~RI meliputi:
    HI adalah alam Subconcious
    DI adalam alam Concious
    RI adalah alam HIperconcious)

    3♥Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
    akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
    (Tribaka, Panca Azasi Wujud &
    Panca Maha Buta)

    4♥Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
    akan memahami HI~DIR~nya.
    (Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

    5♥Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
    akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
    (Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
    pada Tribaka)

    6♥Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
    akan memahami TAMAT~nya.
    (Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
    Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
    yang segera memasuki Blackhole
    untuk keluar dari Jagat Raya
    dan meledak menjadi Bigbang,
    di ruang hampa, gelap gulita,
    bertekanan minus)

    7♥Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
    akan memahami WIWIT~nya.
    (Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
    yaitu berupa potensi Jawahar Awal
    di Jagat Raya Baru)

    (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Mandalajati NIskala membuka sebuah tabir
    PINTU JAWAHAR AWAL
    KE PINTU JAWAHAR AKHIR

    Manusia pada hakekatnya bagian dari Tuhannya.
    Seluruh isi semesta “BERENANG-RENANG” TENGGELAM
    di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
    (Zibghotulloh).

    Sagala sesuatu termasuk Manusa MANUNGGAL
    di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
    (Sapanunggalan).

    TUHAN SANG MAHA BESAR, sekaligus juga
    Sang MAHA KECIL memiliki
    TIGA ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
    yang “gumulung” jadi tunggal, dari lingkup
    SANG MAHA BESAR sampai pada lingkup SANG MAHA KECIL
    disebut; JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH), berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING♥

    SANG MAHA BESAR / AGUNG
    adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MAKRO,
    yaitu ZAT ABADI SANG MAHA BESAR berupa HU~DA~RA
    YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN KHALIQ,
    mimiliki:

    Energi “HU” Acining Air, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥

    Energi “DA” Acining Tanah, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥

    Energi “RA” Acining Api, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥

    Ketiganya Gumulung di dalam SAJATINING HUDARA, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH♥

    SEBAGAI PINTU HAWAL Zat Abadi Makro,
    yang disebut JAWAHAR HAWAL, yaitu:
    BIGBANG (Ledakan Nuklir) yang keluar dari WHITEHOLE.
    Inilah yang disebut proses DIA MENJADIKAN INSUN.

    SANG MAHA KECIL / LEMBUT
    adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MIKRO,
    yaitu ZAT ABADI SANG MAHA KECIL berupa ATOM
    YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN MAKHLUK,
    memiliki:

    Energi “HU” Proton, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥

    Energi “DA” Netron, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥

    Energi “RA” Elektron. berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥

    Ketiganya “Gumulung” dlm SAJATINING HATOM (Atom), berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM♥

    sebagai PINTU HAKHIR Zat Abadi Mikro,
    yang disebut JAWAHAR HAKHIR, yaitu:
    INDUKSI INTI (Reaktor Nuklir) yg masuk ke dlm BLACKHOLE.
    Inilah yang disebut proses INSUN JADI DIA.

    (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Syair Sunda:
    JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
    ditulis ku Mandalajati NIskala

    Atma na sakujur raga.
    Hanargi museur na tazi.
    Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
    Paeunteung eujeung.

    Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
    Madet dina JAGAT LEUTIK.
    Gumulung sakuliahing cahya.
    Ngahideung Nu Maha Meles.
    Ngan beuratna Maha Beurat.

    Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
    PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
    HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

    Tandaning Insun lulus nurubus.
    Lolos norobos, Robbah lalakon.
    Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
    Bitu ngajelegur.
    Manggulung-gulung kabutna.
    Huwung nungtung ngahujung.

    Jadi jumadi ngajadi.
    INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
    Gelar Ngajawahar Awal.
    Gusti papanggih jeung Gusti.
    Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

    Ahuuung Ahuuung Ahuuung Aheeeng.
    ════════════════════════════
    Filsuf Sunda MANDALAJATI NISKALA, sbg:
    Zaro Bandung Zaro Agung
    Majelis Agung Parahyangan Anyar.

    Klik di google Mandalajati Niskala
    BACALAH SELURUH SULUR BUAH PIKIRANNYA.

    Pengirim Komentar:
    @Sandi Kaladia

  3. jika ditanya siapa tuhanmu ………….. jawabnya tuhanku alloh ta’ala ……… namun jawaban itu tidak dapat dihapal dan dilafalkan dengan mulut …………. jawabnya adalah dengan kehidupan kita di alam nyata dalam menjalani karya kehidupan ……… benarkah kita telah bertuhan kepada alloh ………. hari-hari dan apa yang kita lakukan yang menjawab itu semua ……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: