Dunia Lain yang Pernah Menyapa Saya

(Langkah Kaki dalam Gemericik Hujan)

Ini adalah pengalaman tentang hal berbau klenik yang pernah saya alami sendiri. Penilaian hal tersebut benar atau tidak, diluar nalar atau tidak diserahkan kepada Anda yang mau menyimak kisah saya di bawah ini.

Pada waktu itu tepatnya akhir tahun 2006 ketika saya masih menjabat sebagai manajer administrasi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota saya dilahirkan, saya harus bekerja lembur sampai larut malam, yang ditemani oleh Ketua Perguruan Tinggi dan seorang penjaga. Letak kantor saya waktu itu persis berada di samping Aula kampus.

Ketika malam beranjak, tepat selepas Isya cuaca mulai tidak bersahabat, angin kencang disertai hujan deras dan petir menyelimuti malam yang semakin senyap dan mencekam kala itu. Di luar kantor yang masih lingkungan kampus, sudah tidak ada seorang-pun yang terlihat, karena memang kondisi biasanya dalam keadaan tidak hujan-pun tidak pernah ada yang beraktivitas sampai larut malam kecuali ada kegiatan ekstrakurikuler dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), apalagi kondisinya saat itu hujan deras dan angin lebat disertai petir yang menyambar-nyambar.

Kami bertiga asyik berada di dalam ruangan dengan mengerjakan persiapan instalasi jaringan LAN, dengan pintu kantor terbuka saat itu, sehingga suara gemuruh hujan angin dan petir terdengar sangat jelas.

Ketika hujan mulai reda, kini bunyi hujan yang bergemuruh berganti dengan gemericik air hujan yang semakin mengecil volumenya. Di tengah gemericik air hujan tersebut, saya mendengar bunyi langkah kaki di atas genangan air yang membasahi koridor lantai depan kantor kami. Saya-pun bertatap mata dengan penjaga, karena sepertinya dia-pun mendengar suara itu.

Kami berdua bergegas keluar memeriksa suara tersebut, karena dikhawatirkan ada orang lain selain kami yang berada di lingkungan itu hingga larut malam. Kami berdua keluar dan berkeliling kompleks mengejar bunyi itu. Namun, di setiap koridor yang kami periksa, tidak nampak seorang-pun, dan bunyi langkah kaki itu pun menghilang entah dimana.

Setelah mengetahui tidak ada sosok manusia yang kami temukan, kami berdua kembali ke ruangan, dan saling bertatap mata seolah menyiratkan keheranan di masing-masing benak antara saya dan penjaga kala itu.

Untuk memastikan kondisi tersebut, saya bertanya kepada penjaga “Apakah kamu mendengar bunyi kaki orang berjalan tadi?” dia menjawab “ya”.

Saya-pun tidak ingin membahasnya lebih lanjut, dan tidak mau berandai-andai, namun saya bergegas menyelesaikan pekerjaan waktu itu, dan setelah hujan benar-benar reda kami bertiga beranjak pulang ke rumah masing-masing.

Wallahu a’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on Februari 6, 2012, in 8. Lain-Lain. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Kala itu hanya satu-satunya gubuk di tengah ladang yang sudah dikapling, setiap magrib terdengar langkah kaki di jalan masuk gubuk yang ditaburi batu krikil hingga depan pintu. Saya bersama isteri sepakat menanti suara itu kala magrib, benar seperti biasanya dan begitu suara itu terdengar hingga pintu lantas kami buka, … tidak ada apa-apa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: