Sujud Penegak Tiang Agama 2

Tulisan ini khusus bagi yang sudah merenungkan hikmah dari tulisan Sujud Penegak Tiang Agama 1. Jika Anda belum membaca tulisan Sujud Penegak Tiang Agama 1, sebaiknya tidak meneruskan membaca tulisan ini.

 

Sepemandangan saya, gerakan-gerakan sholat di atas adalah hanya sebagai pengantar kepada inti gerakan sholat yang paling hakiki, karena sholat yang bisa menegakkan tiang agama tidak cukup hanya dengan gerakan sholat dimaksud. Kenapa saya sebut pengantar? saya sebut pengantar karena gerakan sholat di atas hanya sebagai bekal untuk menambah kecerdasan otak manusia saja, sedangkan jika otak manusia tidak dipakai untuk berpikir setelah diberikan atau ditambah kecerdasan oleh Allah, maka ia akan menjadi onggokan otak yang tidak ada makna layaknya onggokan otak hewan. Lantas apa maksud dari ditambahnya kecerdasan pada otak tersebut?

 

Berpkir! ya… berpikirlah! (tafakkur) karena manusia satu-satunya makhluk Allah yang diberikan akal, sementara akal berada pada otak, dan akal yang dapat berpikir ada pada otak yang cerdas. Ingatlah, bahwa “Berpikir sesaat lebih utama daripada ibadah setahun.”

 

Kembali kepada peristiwa Mi’raj.

 

Kenapa perintah sholat diberikan pada peristiwa tersebut? Sementara peristiwa Mi’raj adalah peristiwa melintasi seluruh lapisan langit pada alam semesta.
Jika Anda dapat bertafakur dengan sebenar-benarnya tafakur, maka disanalah Anda akan merasakan sejatinya Kebesaran Sang Pencipta, Anda akan mendapati betapa tidak berartinya diri Anda di hadapan Sang Pencipta, dan sebaik-baiknya tafakur adalah mereka yang menemukan diri dan otaknya yang sedang bertafakur di keheningan Luasnya Semesta Raya yang ada dalam otak yang sedang bertafakur, dan itulah SUJUD SEBENAR-BENARNYA SUJUD, sujud kepada Sang Pencipta tanpa mengharapkan pujian dari orang lain, tanpa mengharapkan balasan surga dan neraka.

 

Lantas, apa hubungannya tiang agama dengan tafakur?
Dengan kita bertafakur dengan sebenar-benarnya tafakur, Insya Allah kita akan dibukakan semua hijab yang masih menutupi diri kita, dan Insya Allah, dengan bertafakur Anda akan mendapatkan ilmu, dan sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang membawa manfaat sebanyak-banyaknya bagi kemaslahatan umat manusia, dan di sanalah Islam bisa tegak berdiri jika sesama kita saling berbagi dan saling mencerdaskan, karena Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin.

 

Berhentilah untuk saling mengkafirkan terhadap sesama umat seagama dan sekeyakinan, berhentilah menghujat dan mengutuk umat berbeda agama dan keyakinan, karena Islam tidak akan lebih mulia jika umatnya hanya bisa mengkafirkan, menghujat dan mengutuk umat yang lain.

 

Semoga bermanfaat.

 

Wallahu a’lam bishowab

 

Oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on November 11, 2011, in 4. Pilsafat. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: