Batas Kritis Akal Pikiran

Menurut saya, akal adalah sesuatu yang imajiner dan dihasilkan oleh rangkaian kompleks saraf-saraf otak yang menjadi simpul pusat seluruh saraf di seluruh organ tubuh manusia. Dengan keimajinerannya, meskipun akal terkurung dalam otak yang ukurannya dapat dikepal oleh tangan, namun kemampuannya bisa melahap seluruh objek yang berada dalam semesta raya yang sangat teramat luas dan tak berhingga. Dan dengan ketak-berhinggaan akal yang dapat melahap seluruh objek semesta raya yang pernah diindra dan dipikirkannya, otak akan sangat mampu sekali menjadi alat penyimpan (storage device) yang maha canggih yang tak akan pernah terkalahkan oleh storage device tercanggih dan termodern sekalipun, dan kapasitas penyimpanan data dalam otak sangat tak berhingga, bahkan dapat menyimpan data milyaran terabite.

Otak yang terus diasah untuk berpikir dan merenung, kemampuan Random Access Memori-nya akan semakin meningkat, dan akan sangat mampu merangkai puzle-puzle informasi yang diperolehnya baik melalui pengalaman yang diperolehnya secara langsung maupun tak langsung selama hidupnya. Dengan kemampuannya tersebut, otak yang memiliki akal dengan kemampuan tak berhingga, ternyata akan dapat mengetahui batas kemampuannya sendiri setelah dikuras habis sampai pada satu titik yang Sangat Teramat Maha, dan titik itulah bernama Sang Penguasa Alam Semesta, Titik Tunggal yang tidak ada titik lain untuk jadi media agar dapat menggambarkannya.

Ya… otak dan akal saya terbentur pada titik itu… otak saya berhenti berkhayal, berangan-angan dan berpikir bagaimana dapat menggambarkan satu Titik Tunggal tanpa satu media apapun?, Bahkan jika anda masih dapat menggambar titik tersebut dalam akal anda, anda masih menggambarnya dalam sebuah media akal, sementara Titik itu tidak memerlukan media apapun sebagai eksistensi-Nya.

Tuhan mudah dicerna bagi diri saya dengan mencerna alam dimana saya tinggal, karena alam adalah Tuhan yang dapat saya cerna secara wujud, tapi untuk dapat menggambarkannya secara utuh? akal saya hanya bisa tertunduk lesu dan tak berdaya di hadapan Sang Pencipta.

Apakah Anda juga ingin dapat mencerna Tuhan dan berkenalan dengan-Nya? klik disini

Wallahu a’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on November 11, 2011, in 4. Pilsafat. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Dari awal artikel ini sudah salah , jelas2 atom itu materi sedangkan tuhan tidak materi.tuhan tidak ikut dalam sistem didunia ini karena dia yg menciptakan/mengatur sistem di alam semesta ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: