Ternyata Kita Lupa

Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan kita semua muslim hal mendasar dalam toleransi terhadap sesama manusia, karena terkadang kita terlalu prematur menilai segala sesuatu hal berdasarkan ajaran yang kita anut, dan demi alasan ketauhidan kita begitu gampangnya menyebutkan bahwa seseorang itu “kafir” karena tidak mau mengimani ajaran-ajaran ketauhidan dalam Islam, dan setelah distempel kafir maka otomatis orang dimaksud kita konotasikan akan mendapatkan siksa dari Allah Swt, dan lebih jauh lagi mereka tidak berhak mendapatkan sorga-Nya, sehingga kita lupa bahwa pemberian sorga dan neraka adalah hak prerogatif Sang Pencipta.

Saya ingin menyampaikan hadits yang sudah tidak asing lagi:

“Apabila manusia telah mati maka amalnya terputus, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah (waqaf) atau ilmu yang terus memberi manfaat atau anak shalih yang mendoakan kebaikan dirinya.” (HR. Muslim no. 3084)

Menurut penelaahan saya terhadap hadits dimaksud, tidak disebutkan bahwa yang berhak menerima ketiga perkara dimaksud setelah kita meninggal adalah mutlak milik umat muslim, padahal nyata jelas dalam hadits tersebut berlaku pada semua umat manusia yang tersurat dalam permulaan hadits “Apabila manusia …….”

Satu saja contoh yang ingin saya angkat dalam pembahasan ini adalah “ilmu yang terus memberi manfaat”.

Marilah kita merenung bersama, sebetulnya ilmu yang memberi manfaat itu seperti apa? Cobalah kita bayangkan, seandainya tidak ditemukan listrik oleh Thomas Alfa Edison, tak akan mesjid Istiqlal terlihat indah dan megah di malam hari, dan begitu gelap-gulitanya malam, tak akan terlihat indah dan terang jalan-jalan di pusat-pusat kota sampai ke pelosok.

Seandainya tidak tercipta pesawat terbang, betapa lamanya waktu yang harus ditempuh oleh para calon jamaah haji untuk melaksanakan ibadahnya.

Seandainya tidak tercipta komputer, apakah kita yakin akan berkomunikasi dan saling berinteraksi dalam dunia maya. Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya hasil karya orang-orang yang notabene non muslim yang memberikan manfaat bagi semua umat manusia (rahmatan lil ‘alamin).

Apakah Anda pikir penemuan-penemuan tersebut tidak memerlukan ilmu? Ingatlah, bahwa yang namanya ilmu tidak bisa diklaim oleh salah satu agama atau umat tertentu, ia mutlak milik Allah dan hanya diberikan kepada orang-orang yang mau berfikir.

Wallahu a’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali

Posted on September 1, 2011, in 4. Pilsafat. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: