Miniatur Tuhan, Malaikat, Syetan, Jin dan Manusia

Tulisan ini saya landasi dengan pertanyaan :

Bagaimana mungkin kita memahami kebesaran Tuhan jika kita tidak memahami dan mengetahui hal terkecil yang diciptakan-Nya?

Semesta raya yang begitu amat luas, seluas mata kita memandangnya terbentuk oleh berbagai jenis materi dan energi yang sangat amat berlimpah. Dan ternyata energi dan materi yang sekian melimpah di semesta raya ini dahulunya adalah sesuatu yang padu, yang kemudian mereka saling menjauhi dan mengembang akibat suatu ledakan yang sangat dan teramat dahsyat yang dikenal dengan istilah “Big Bang”.

“………..bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? “ AlAmbiyya: 30

Namun tahukah anda, apa yang menyusun materi dan energi yang saat ini menjadi penyusun pokok semesta raya? Tak lain dan tak bukan ia hanyalah sekumpulan partikel yang sangat teramat kecil yang disebut tidak bisa dibagi-bagi lagi yang kemudian dikenal dengan istilah atom. Lantas, makhluk semacam apa atom itu? Di sini saya tidak akan membahas secara mendalam tentang atom, namun saya hanya ingin memperkenalkan kepada Anda miniatur hidup dan kehidupan yang terkandung dalam atom.

Atom tersusun atas inti atom, yang di dalamnya terdapat elektron, proton, dan neutron. Elektron adalah partikel sub atom yang bermuatan negatif, sementara proton adalah partikel sub atom yang bermuatan positif, dan neutron adalah partikel subatom yang tidak memiliki muatan. Lantas, kenapa saya menyebutnya miniatur Tuhan, Malaikat, Syetan, Jin dan Manusia? Apa korelasinya? dan kenapa Tuhan bisa dibuat miniatur? Bukankah Tuhan Maha Besar dan tidak bisa dipersamakan dengan makhluk?

Oke, kita buka satu persatu

Saya analogikan partikel bermuatan positif sebagai malaikat, alasannya, sesuai dengan sifatnya, bahwa arti positif sering diartikan dengan kebaikan, sementara partikel bermuatan negatif saya analogikan sebagai syetan, alasannya adalah bahwa arti negatif sering dipersamakan dengan keburukan. Lantas, dimana letak manusia, jin, dan Tuhan itu sendiri? Manusia dan Jin adalah makhluk yang tercipta atas ketiga partikel subatom itu sendiri, yakni Proton, elektron dan neutron. Kenapa demikian? karena antara Jin dan Manusia semuanya berpotensi membawa sifat kebaikan dan sifat keburukan, tergantung partikel mana yang lebih banyak terkandung dalam dirinya. Lantas, Tuhan itu apa?

Sebelum menjawab Tuhan itu apa, saya buka dulu fakta unik tentang atom.

Jika kita lebih jauh lagi membagi-bagi partikel subatomik, maka akan didapat sebuah getaran-getaran energi dalam setiap partikel subatomik yang menggerakkan dan menjaga setiap partikel subatomik dalam posisi dan lintasannya.

Lantas dengan demikian apakah saya akan mengatakan bahwa Tuhan adalah getaran-getaran energi? Saya akan mengatakan bahwa Tuhan adalah sumber dari segala sumber getaran-getaran energi tersebut, karena getaran energi adalah produk dari sumber yang menggetarkannya. Jika kemudian Tuhan adalah sumber energi dari subpartikel yang paling kecil, berarti Tuhan lebih kecil dari makhluk-Nya dong? Terus bagaimana analoginya?

Saya katakan bahwa Tuhan adalah sumber segala sumber getaran energi ini hanya untuk memudahkan pemahaman ketika Tuhan harus berdiri sendiri bebas dari segala bentuk pengaruh interpretasi makhluk, karena tak akan ada makhluk jika tidak ada sumber yang menciptakannya. Dikarenakan kondisi saat ini Tuhan telah menciptakan makhluk, maka keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari makhluk-Nya, tidak pula dikatakan lebih kecil dari makhluk walau dikatakan sumber getaran berada pada partikel subatomik.  Melainkan Ia merupakan bagian integral dari makhluk itu sendiri, hakikat ADA adalah DIA, sehingga keberadaan Tuhan akan senantiasa menyertai gerak langkah setiap makhluk-Nya di manapun ia berada di semesta raya ini.

Untuk lebih memahaminya secara mendalam, setelah Tuhan menciptakan sub partikel atomik, maka ia bertanggung jawab atas segala keteraturan ciptaan-Nya, maka terciptalah hal-hal lain yang menyertai terciptanya materi berupa hal-hal yang tidak bisa diamati secara kasat mata, contohnya adalah timbulnya gaya sentripetal dan gaya sentrifugal yang menjaga subpartikel atomik berputar pada lintasannya.

Lantas bagaimana memahami Tuhan setelah Dia menciptakan makhluk? Tuhan adalah totalitas dari sebab akibat (causa prima), dalam hal ini, Tuhan adalah totalitas sumber dari segala sumber energi, energi, materi dan segala sesuatu yang ditumbulkan oleh materi dan energi, dan segala sesuatu yang melingkupi materi dan energi dimaksud, baik yang kasat mata maupun tak kasat mata, dan totalitas itulah yang dinamakan Tunggal.

Ini adalah permodelan miniatur, sekarang silahkan anda tarik ke objek yang paling besar (semesta raya) dan totalitas itulah yang dinamakan semesta raya, sehingga itulah pemahaman Tuhan Maha Besar (Allahu Akbar)

Tak ada satupun makhluk di semesta ini yang tidak tersusun atas partikel atom dan subatom, dari mulai makhluk hidup sampai benda mati, dan tak ada satupun partikel atom dan subatomik tersebut yang tidak digerakan oleh getaran-getaran energi, dan tak ada satupun getaran-getaran energi yang tidak memiliki sumber. Sehingga pantas kemudian Tuhan berfirman:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” Qs. Al-An’am [6]:59.

Bagian tubuhmu yang mana yang tidak tersusun atas susunan partikel subatomik?

Itulah jawaban dari statemen kuno “Tuhan ada di mana-mana, Tuhan lebih dekat dari urat lehermu”, dan inilah mungkin maksud dari konsep “Manunggaling Kaula-Gusti” Syekh Siti Jenar.

Nabi Muhammad menyebut istilah Tuhan dengan sebutan “Allah”, Ajaran Sunda Wiwitan menyebutnya dengan istilah “Sang Hyang Kersa”. Anda menyebutnya dengan istilah apa?

Wallahua’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali

Artikel terkait :

Universalitas Lailaha Ilallah
Pendalaman Makna dari Universalitas Lailaha Ilallah

Posted on Agustus 24, 2011, in 4. Pilsafat, 5. Sains and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Subhanallah pemikiran yang hebat (bila orang itu berpikir)

  2. pendekatan tulisan mas di atas masih mengunakan presepsi akal.dan itu sangat rawan terhadap diri bagai berada di tepi jurang salah-salah bisa terjungkir kedalam kategori kafir zindik(kafir diri) sebab pada dasar nya presepsi akal akan melahirkan 2 presepsi yang pertama presepsi tuhan akal dan ujud azali alloh itu sendiri saya hanya bisa mengatar kita pada tuntunan sariat yang tertera dalam surah jin ayat 26-27-28 semoga alloh selalu membukakan hijab nya kepada kita amin.

  3. Mas Ibenk : bener nih dari hati yang tulus? atau sebalinya?…. hehehehe…. tapi terima kasih ya mas…. Alhamdulilah jika tulisan ini bermanfaat bagi mas, maka ini semata hanya karena Allah, dan jika jauh dari kesempurnaan, ini semata karena kealfaan saya.

  4. M Rasyid : ya mas, semua kita berharap semoga mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah, dan senantiasa mendapatkan ridho-Nya.

    Jika saya korelasikan tulisan saya dengan surat Al-Jin ayat 26 :
    “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu”.

    Saya (kita) tidak akan pernah tahu, apa sumber energi itu? atau tepatnya sumber dari segala sumber energi itu? dan itulah pemahaman saya tentang ghaib.

    dilanjutkan dengan surat Al-Jin ayat 27 :
    “Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya”.

    Silahkan mas korelasikan : “…..maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya” dengan permodelan inti atom yang dikelilingi oleh partikel-partikel subatom (ingat, ini hanya permodelan saja)

    Meminjam kata mas, semoga Alloh selalu membukakan hijab nya kepada kita amin….

  5. lahaulawalakuata ilabilahil’ali yulayim,maha suci alloh atas segala makluk ciptaan nya. amin.

  6. tuhan ada dimana-mana tapi tidak dimana-mana

  1. Ping-balik: Inikah Tuhan yang Anda Maksud? « Husnul Yakin Ali

  2. Ping-balik: Batas Kritis Akal Pikiran « Husnul Yakin Ali's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: