Konsep Ruang Waktu part 2

Entah kenapa, setiap mendengar kata ruang-waktu, pikiranku selalu tergelitik untuk turut serta memikirkan hal tersebut, apalagi ada sebuah cerita dari orang yang bernama John Titor yang mengaku berasal dari tahun 2036 yang datang mampir ke tahun 2000 yang konon misi sesungguhnya adalah pergi ke tahun 1975 untuk mengambil laptop IBM yang pertama kali dibuat untuk memecahkan masalah di tahun 2036.

Sampai saat ini pun saya masih bertanya tanya apakah betul waktu dapat membuat sebuah ruang layaknya frame dalam sebuah film bergerak? Padahal keberadaan ruang dan waktu sementara menurut penafsiran kita hingga saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan.

Setidaknya, saya ingin mengambil referensi beberapa kisah ataupun kejadian yang berkaitan dengan ruang dan waktu.

Kisah yang pertama adalah kisah Nabi Sulaiman as. dengan Ratu Saba bernama Balqis. Dalam kisah ini tersiratkan sebuah kejadian yang berkenaan dengan ruang-waktu.

Maka bertanyalah beliau (Nabi Sulaeman) kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri.

Berkata Ifrit, seorang Jin yang tercerdik: “Aku sanggup membawa tahta itu dari istana Ratu Balqis sebelum engkau sempat berdiri dari tempat dudukmu. Aku adalah pesuruhmu yang kuat dan dapat dipercayai.” Seorang lain yang mempunyai ilmu dan hikmah berkata: “Aku akan membawa tahta itu ke sini sebelum engkau sempat memejamkan matamu.”

Ketika Nabi Sulaiman melihat tahta Balqis sudah berada didepannya, berkatalah ia: “Ini adalah salah satu karunia Tuhan kepadaku untuk mencoba apakah aku bersyukur atas karunia-Nya itu atau mengingkari-Nya, karena barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan karunia Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

Terlepas dari cerita tersebut mengandung unsur magis ataupun tidak, namun dalam cerita itu didapat sebuah gambaran bahwa ada seseorang (ahli hikmah) yang dapat menembus jarak yang tentunya juga waktu hingga dapat membawa kerajaan Ratu Balqis dalam sekejap mata ke hadapan Nabi Sulaeman.

Kisah yang kedua adalah kisah Ashabul Kahfi

Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quran al-‘Adzim; jilid:3 ; hal.67-71).

Dalam kisah ini, Allah menunjukkan kuasanya bahwa dalam dimensi ruang yang sama (dunia), ternyata para pemuda (Ashabul Kahfi) mengalami perlambatan waktu, sehingga ia ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun, dan ketika mereka bangun, mereka merasa baru tidur satu malam saja.

Fakta Saat ini:

Coba kita renungkan, jika malam tiba dan langit cerah tanpa tertutup mendung, terlihatlah bertaburan cahaya bintang di langit. Apakah kita sadar?, bahwa dengan menatap cahaya bintang-bintang di langit sebetulnya kita sedang menatap masa lampau yang telah terjadi ratusan atau bahkan jutaan tahun yang lalu? kenapa? sebab cahaya yang kita lihat pada malam ini adalah cahaya yang datang ke bumi (mata kita) yang telah menempuh jarak ratusan tahun cahaya.

Hipotesa

Dari sini sementara saya mempunyai hipotesa bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan adalah sesuatu yang paralel dan terjadi dalam sebuah ruang (semesta) yang sama dan dalam waktu yang sama.

Posted on Maret 16, 2010, in 5. Sains and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: