Melatih kepercayaan dan tanggungjawab dalam Tim

Kepercayaan dan tanggungjawab adalah suatu hal mutlak yang harus dimiliki oleh semua individu dalam sebuah tim, baik sebagai pemimpin tim maupun anggota tim itu sendiri. Kepercayaan pimpinan terhadap anggotanya adalah sesuatu yang harus dibangun untuk menumbuhkan tanggungjawab anggota sebuah tim. Begitu juga sebaliknya, pimpinan harus mempunyai tanggungjawab penuh untuk menjaga kekompakan timnya sebagai akibat adanya kepercayaan antar anggota dalam sebuah tim tersebut.

Buah kepercayaan dan tanggungjawab yang tumbuh dari sebuah tim menghasilkan sebuah kekompakan untuk mencapai tujuan bersama tim itu. Adakalanya pimpinan yang kurang percaya terhadap anggota melakukan semua tugas secara individu, dan merasa ekslusif dalam mengerjakan semua tugas yang menjadi tanggung jawab semua anggota tim, sehingga dalam tim tidak ada istilah pendelegasian tugas dan wewenang. Akibatnya, anggota hanya dijadikan accecorris, kurang memahami tugas dan fungsinya sehingga tidak pernah muncul rasa tanggung jawab dalam diri masing-masing anggota tim yang mengakibatkan pula kurang mempunyai rasa memiliki, frustasi, stress, berleha-leha dalam tugas.

Kepercayaan dan tanggungjawab tidak akan muncul dengan sendirinya, setidaknya memerlukan waktu untuk berdaptasi terhadap lingkungan sekitar, dan karakter masing-masing anggota tim, terlebih sebuah tim yang baru dibentuk oleh sekelompok orang yang tidak pernah mengenal satu sama lain sebelumnya.

Ada satu pengalaman dalam hidup saya untuk melatih kepercayaan dan tanggung jawab dalam sebuah tim. Meskipun model yang digunakan untuk menumbuhkan kepercayaan dan tanggung jawab tersebut bersifat permainan, namun pengalaman tersebut sangat berarti dan turut mewarnai pengalaman hidup saya.

Waktu itu saya mengikuti acara yang diselenggarakan berkat kerjasama Karang Taruna Kabupaten Subang dengan PT. Indosat. Acara tersebut adalah Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan di objek wisata Jatiluhur Purwakarta. Pemilihan lokasi LDK didasarkan kepada alam pegunungan yang terasa sejuk sehingga sesuai untuk melatih konsentrasi dan fokus dalam mengikuti semua materi. Selain itu, lokasi LDK juga didasarkan pada kedekatan dan sekaligus tempat Pelatihan PT. Indosat juga berada di sana.

Materi LDK kali itu tidak difokuskan dalam ruangan, melainkan di luar ruangan, atau istilah ngetrend saat ini adalah Outbond. Banyak sebetulnya materi yang diberikan dengan model-model permainan untuk menumbuhkan jiwa seorang pemimpin. Namun, kaitannya dengan kepercayaan dan tanggung jawab, saya teringat pada salah satu permainan yang dinamakan “grass in the wind”.

Saat itu semua peserta pelatihan dibuat beberapa tim yang beranggotakan sedikitnya 7 orang. Saya berada dalam sebuah tim yang diperintahkan membuat sebuah lingkaran sambil berdiri, dan secara sukarela salah satu anggota berdiri tepat di tengah-tengah lingkaran tersebut. Anggota yang berdiri di tengah lingkaran menyilangkan kedua tangannya dengan telapak tangan berpegangan kepada bahu sambil memejamkan mata dan kedua kaki dirapatkan. Tugas dari anggota tersebut memberikan kepercayaan terhadap anggota yang membuat lingkaran mengelilinginya. Sedangkan tugas dari anggota yang mengelilinya adalah bertanggung jawab menjaga tubuh anggota yang ditengahnya agar tidak roboh dan jatuh menghempas tanah.

Instrukturpun memerintahkan anggota tim yang berdiri di tengah lingkaran untuk perlahan memiringkan tubuhnya dengan santai namun tubuh dalam keadaan kaku sambil kedua kaki rapat menjadi poros dalam lingkaran itu, sehingga kedua kaki tidak boleh ikut bergerak kecuali bergerak miring mengikuti kemiringan tubuh. Sedikit-demi sedikit anggota tim itu miring dan akhirnya roboh bak pohon ditebang. Ketika anggota tim yang berada di tengah roboh tertarik gravitasi, anggota tim yang bertugas menjaganya harus dengan sigap mengembalikan posisi anggota yang roboh dengan cara didorong perlahan dengan kedua tangan agar tidak sampai jatuh terhempas ke tanah. Ketika didorong oleh salah satu anggota tim yang membuat lingkaran, maka serta merta tenaga dorongan itu akan membuat anggota tim yang berada di tengah roboh ke arah sebaliknya, dan anggota tim yang lain yang berada tepat di arah robohan harus dengan sigap pula mengembalikannya ke posisi semula. Masing-masing anggota tim diberikan kesempatan untuk mencoba menjadi anggota tim yang berada di tengah. Begitu seterusnya hingga permainan dianggap selesai.

Sepengamatan saya, tak jarang anggota tim yang menjadi poros dalam lingkaran itu tidak memberikan kepercayaan sepenuhnya terhadap anggota yang lain, sehingga ketika posisi tubuhnya hampir roboh, ia justru menyelamatkan dirinya sendiri agar tidak jatuh dengan menggerakan kakinya untuk menopang berat tubuh miringnya yang hampir roboh, sehingga lingkaranpun menjadi kacau, tanggung jawab anggota tim yang ditugaskan untuk menjaganya tidak terwujud. Namun, tak jarang pula anggota tim yang menjadi poros berhasil membangun kepercayaan dan tanggung jawab dalam permainan itu, sehingga ketika tubuhnya mulai miring, ia mempercayakan sepenuhnya dengan tidak pernah menggerakkan kakinya untuk dikembalikan posisinya oleh anggota tim yang lain yang mengelilinya, sehingga tercipta sebuah gerakan tubuh yang miring ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang layaknya rumput yang tertiup angin.

Tanggung jawab tak akan pernah terbentuk jika tidak dimulai dengan menumbuhkan kepercayaan dalam diri kita. Kepercayaan yang timbul dalam diri kita atas segala usaha pekerjaan yang dilakukan menjadikan kita seseorang yang  mempunyai tanggung jawab. Seseorang yang tidak mempunyai kepercayaan dalam dirinya akan sulit mengerjakan sesuatu dengan penuh tanggung jawab dan sungguh-sungguh.

Tim adalah kumpulan sekelompok orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda-beda. Besarnya Tanggung jawab individu dalam sebuah tim bergantung kepada sebesar apa kepercayaan yang diberikan terhadap individu tersebut oleh anggota tim yang lainnya. Namun dalam sebuah tim tetap diperlukan suatu upaya untuk bagaimana semua anggota tetap saling mempercayai terhadap sesama anggota tim, dan yang lebih penting setiap anggota mempunyai kepercayaan dan tanggung jawab diri sendiri. Hal itulah yang harus tetap dijaga oleh seseorang yang menjadi pimpinan dalam tim itu.

Posted on Desember 20, 2008, in 8. Lain-Lain and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Rita simanjuntak

    Tks mas Husnul utk sharing yang oke ini. Sangat membantu sya, Tks sekali lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: