Manajemen, haruskah hanya milik seorang manajer?

manajerManajer; jika kita mendengar kata tersebut, pasti pikiran kita akan membayangkan seorang yang berdasi, kemeja lengan panjang, memakai jas, celana yang rapi, sepatu mengkilap. Sebagian dari kita mungkin merasa iri dengan gaya dan tingkah laku seorang manajer yang handal dan profesional. Seorang manajer yang handal dan profesional tentunya menjadi andalan pula ditempat ia bekerja, sehingga arah dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan gemilang.

Jika kita disuguhi wacana tersebut di atas, tentunya pikiran kita menebak-nebak latar belakang si manajer tersebut; pastilah seorang yang berpendidikan tinggi, atau minimalnya lulusan sarjana strata satu yang mengerti semua ilmu dari perusahaan atau segala hal tentang perusahaan.

Bagaimana kalau kita suguhkan dengan kata pelatih.

Pelatih; tentunya jika kita mendengar kata tersebut terlintas dalam benak kita orang yang memakai topi, jaket, baju sporty, dan segala yang berbau sproty. Tugas pelatih tersebut adalah membina dan mengarahkan anak didiknya (anak buah) agar dapat bekerjasama dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan.

Jika kita tarik makna secara umum, antara pelatih, manajer, official, dan kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas seseorang yang pekerjaannya membuat perencanaan, mengarahkan, membuat kontrol dan evaluasi atas segala sesuatu yang ingin dicapai, tentunya dia seorang yang dalam dirinya mempunyai kedisiplinan dan keteraturan sehingga dapat mencapai tujuan suatu kelompok/tim/organisasi dengan citarasa seni yang tinggi yang dapat memberdayakan anggotanya dengan tugas dan fungsi yang berbeda namun saling menunjang untuk mencapai tujuan bersama.

Diri kita adalah sebuah organisasi yang kompleks, karena dalam diri kita terdapat organ-organ atau kesatuan-kesatuan yang mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda, sehingga jika kita mempunyai tujuan yang ingin dicapai, maka kita harus dapat menugaskan dan memfungsikan organ-organ dalam tubuh kita sehingga apa yang kita rencanakan atau kita cita-citakan dapat tercapai secara gemilang. Oleh karenanya, seni dalam mengatur (manajemen) bukanlah hanya milik seorang manajer di perusahaan atau pelatih dalam sebuah klub sepakbola, melainkan harus kita miliki oleh diri kita sendiri agar menjadi seorang pribadi yang tangguh yang menjadi andalan bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain.

Posted on Desember 17, 2008, in 8. Lain-Lain and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: