Husnul Yakin Ali


Program Keluarga Harapan (PKH)

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memenuhi kriteria tertentu, dan sebagai syarat atau imbalannya, RTSM penerima program harus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yaitu pendidikan dan kesehatan anggota keluarganya.

PKH bukan pengganti atau kelanjutan dari BLT/SLT, dan bukan salah satu unit kegiatan dari PNPM

TUJUAN UTAMA

Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs).

TUJUAN KHUSUS

  • Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM;
  • Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM;
  • Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM;
  • Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi RTSM.

KETENTUAN PENERIMA BANTUAN

Penerima bantuan PKH adalah RTSM yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. Bantuan tunai hanya akan diberikan kepada RTSM yang telah terpilih sebagai peserta PKH dan mengikuti ketentuan yang diatur dalam program.

Bantuan harus diterima oleh ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan (dapat nenek, tante/bibi, atau kakak perempuan). Untuk itu, pada kartu kepesertaan PKH akan tercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak, bukan kepala rumah tangga.

SYARAT/KEWAJIBAN PENERIMA BANTUAN

Calon penerima terpilih harus menandatangani persetujuan selama mereka menerima bantuan, mereka akan :

  1. Menyekolahkan anak 7-15 tahun serta anak usia 16-18 tahun namum belum selesai pendidikan dasar 9 tahun wajib belajar.
  2. Membawa anak usia 0-6 tahun ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi anak.
  3. Untuk ibu hamil, harus memeriksakan kesehatan diri dan janinnya ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi ibu hamil.

SYARAT BANTUAN KESEHATAN

Sasaran

Persyaratan (kewajiban peserta)

Ibu Hamil

Melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) sebanyak minimal 4 kali (K1 di trimester 1, K2 di trimester 2, K3 dan K4 di trimester 3) selama masa kehamilan.

Ibu Melahirkan

Proses kelahiran bayi harus ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih

Ibu Nifas

Ibu yang telah melahirkan harus melakukan pemeriksaan atau diperiksa kesehatannya setidaknya 2 kali sebelum bayi mencapai usia 28 hari

Bayi Usia 0-11 Bulan

Anak berusia di bawah 1 tahun harus diimunisasi lengkap dan ditimbang secara rutin setiap bulan.

Bayi Usia 6-11 Bulan

Mendapat suplemen tablet vitamin A

Anak Usia 1-5 Tahun

Dimonitor tumbuh kembang dengan melakukan penimbangan secara rutin setiap 1 bulan;

Mendapatkan vitamin A sebanyak 2 kali setahun pada bulan Februari dan Agustus

Anak Usia 5-6 Tahun

Melakukan penimbangan secara rutin setiap 3 bulan sekali dan/atau mengikuti program pendidikan anak usia dini.

Fasilitas kesehatan yang disediakan adalah:

  • Puskesmas, Pustu, Polindes, Poskesdes, Pusling, Posyandu.
  • Dokter, Bidan, Petugas Gizi, Jurim, Kader, Perawat
  • Bidan kit, posyandu kit, antropometri kit, imunisasi kit
  • Tablet Fe, Vitamin A, Obat-obatan dan bahan-bahan pelayanan kesehatan ibu & bayi baru lahir.
  • Vaksin BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B, TT ibu hamil
  • Buku register (Kartu Menuju Sehat)

SYARAT BANTUAN PENDIDIKAN

Anak penerima PKH Pendidikan yang berusia 7-18 tahun dan belum menyelesaikan program pendidikan dasar 9 tahun harus mendaftarkan diri di sekolah formal atau non formal serta hadir sekurang-kurangnya 85% tatap muka.

BESAR BANTUAN

Besaran bantuan tunai untuk peserta PKH bervariasi tergantung jumlah anggota keluarga yang diperhitungkan dalam penerimaan bantuan, baik komponen kesehatan maupun pendidikan. Besaran bantuan ini di kemudian hari bisa berubah sesuai dengan kondisi keluarga saat itu atau bila peserta tidak dapat memenuhi syarat yang ditentukan.

Skenario Bantuan

Bantuan per RTSM per tahun

Bantuan tetap

200.000

Bantuan bagi RTSM yang memiliki:

Anak usia di bawah 6 tahun dan/ atau ibu hamil/menyusui

800.000

Anak usia SD/MI

400.000

Anak usia SMP/MTs

800.000

Rata-rata bantuan per RTSM

1.390.000

Bantuan minimum per RTSM

600.000

Bantuan maksimum per RTSM

2.200.000

Catatan:

  • Bantuan terkait kesehatan berlaku bagi RTSM dengan anak di bawah 6 tahun dan/atau ibu hamil/nifas. Besar bantuan ini tidak dihitung berdasarkan jumlah anak.
  • Besar bantuan adalah 16% rata-rata pendapatan RTSM per tahun.
  • Batas minimum dan maksimum adalah antara 15-25% pendapatan rata-rata RTSM per tahun.

SANKSI:

Calon Peserta PKH yang telah ditetapkan menjadi peserta PKH dan menandatangani komitmen, jika suatu saat melanggar atau tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, baik syarat kesehatan maupun syarat pendidikan, maka bantuannya akan dikurangi, dan jika terus menerus tidak memenuhi komitmennya, maka peserta tersebut akan dikeluarkan dari program.

PERAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN (PPK)
PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

Program keluarga harapan bidang kesehatan mensyaratkan peserta PKH (yaitu ibu hamil, ibu nifas dan anak usia < 6 tahun) melakukan kunjungan rutin ke berbagai sarana kesehatan. Oleh karena itu, program ini secara langsung akan mendukung pencapaian target program kesehatan. Di samping itu, PKH juga merupakan bagian yang tidak terlepaskan dengan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (JPKMM).

Setiap anggota keluarga peserta PKH dapat mengunjungi dan memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan.

1. PUSKESMAS

Puskesmas diharapkan mampu memberi seluruh paket layanan kesehatan yang menjadi persyaratan bagi peserta PKH Kesehatan termasuk memberikan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (khususnya puskesmas PONED).

2. PUSKESMAS PEMBANTU DAN PUSKESMAS KELILING

Puskesmas pembantu dan Puskesmas keliling, yang merupakan satelit Puskesmas (dan jika dilengkapi dengan tenaga bidan), sangat diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir.

3. POLINDES DAN POSKESDES

Pondok bersalin desa (dikenal dengan sebutan Polindes) biasanya dilengkapi dengan tenaga bidan desa. Polindes diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi ibu selama kehamilan, pertolongan persalinan, dan bagi bayi baru lahir; maupun pertolongan pertama pada kasus-kasus gawat darurat.

4. POSYANDU

Posyandu yang dikelola oleh para kader kesehatan dengan bantuan dan supervisi dari Puskesmas, Pustu, serta Bidan desa diharapkan dapat memberikan pelayanan antenatal, penimbangan bayi, serta penhyuluhan kesehatan.

5. BIDAN PRAKTEK

Di samping memberikan pelayanan kesehatan di polindes, bidan desa yang melakukan praktek di rumah dapat dimanfaatkan oleh peserta PKH khususnya dalam pemeriksaan ibu hamil, memberikan pertolongan persalinan, maupun memberikan pertolongan pertama pada kasus-kasus kegawatdaruratan.

HAK DAN KEWAJIBAN PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN

1. Hak Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK)

Program ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program JPKMM, maka kegiatan PKH kesehatan sepenuhnya dibiayai dari sumber program JPKMM/Askeskin di Puskesmas. Oleh karena itu, hak-hak yang akan diterima oleh PPK sesuai dengan apa yang diatur dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program JPKMM/Askeskin.

2. Kewajiban Pemberi Pelayanan Kesehatan

a. Menetapkan jadwal kunjungan

Pada tahap awal pelaksanaan, puskesmas dan posyandu memiliki peran penting dalam menetapkan jadwal kunjungan bagi setiap anggota keluarga peserta PKH ke berbagai fasilitas kesehatan.

Prosedur penetapan jadwal kunjungan peserta PKH adalah sebagai berikut:

· Puskesmas akan menerima formulir jadwal kunjungan peserta PKH kesehatan dari UPPKH Kecamatan (Pendamping). Dalam formulir jadwal kunjungan tersebut sudah tertulis nama anggota keluarga, jenis pelayanan/pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan, status pelayanan/pemeriksaan kesehatan, tanggal dan nama/tempat pelayanan kesehatan.

· Untuk mengisi status pemberian pelayanan kesehatan:

1) Jika calon peserta PKH sudah pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan atau jaringan kerja Puskesmas tersebut, maka petugas puskesmas harus mencocokkan dengan register yang tersedia di Puskesmas (yaitu kohor ibu hamil, KMS, buku imunisasi, penimbangan, dll). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari buku register, petugas puskesmas mengklarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan yang sudah diberikan kepada setiap anggota keluarga peserta PKH.

2) Jika calon peserta PKH belum pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan atau jaringan kerja Puskesmas (ini berarti register calon peserta tersebut tidak tersedia di puskesmas), maka petugas puskesmas harus menanyakan langsung kepada calon peserta PKH pada waktu acara pertemuan awal.

· Setelah klarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan dilakukan, petugas puskesmas menetapkan tanggal dan nama sarana kesehatan/PPK yang harus dikunjungi oleh seluruh anggota keluarga peserta PKH yang disyaratkan.

· Formulir kunjungan yang sudah terisi akan diambil langsung oleh pendamping PKH di puskesmas (paling telat 1 minggu sebelum acara pertemuan awal).

b. Menghadiri pertemuan awal

Perwakilan puskesmas akan diundang untuk menghadiri acara pertemuan awal dengan seluruh calon peserta PKH. Dalam pertemuan ini, petugas puskesmas berkewajiban untuk:

· Mengklarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan dengan calon peserta PKH, khususnya bagi mereka yang datanya tidak tercatat dalam register.

· Menjelaskan tata cara mendapatkan pelayanan kesehatan serta tempat PPK terdekat yang bisa dimanfaatkan oleh peserta PKH.

c. Memberi Pelayanan Kesehatan

Petugas kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan baik secara aktif maupun pasif kepada semua peserta PKH. Secara aktif, misalnya mengunjungi peserta PKH yang tidak hadir sesuai jadwal yang sudah ditetapkan untuk diberikan pelayanan dan pembinaan. Secara pasif dengan cara memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta yang mendatangi fasilitas kesehatan. Dalam memberikan pelayanan, petugas kesehatan harus mengacu kepada ketentuan dan pedoman pelayanan kesehatan yang berlaku.

Penetapan persyaratan PKH kesehatan akan berimplikasi pada peningkatan jumlah kunjungan di fasilitas kesehatan. Oleh karenanya, pemberi pelayanan kesehatan harus menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan (seperti, Vitamin A, Vaksin, tenaga kesehatan, dll).

d. Memverifikasi Komitmen Peserta PKH

Pembayaran bantuan komponen kesehatan pada tahap berikutnya diberikan atas dasar verifikasi yang dilakukan oleh petugas puskesmas. Jika peserta PKH memenuhi komitmennya (yaitu mengunjungi fasilitas kesehatan yang sudah ditetapkan sesuai jadwal kunjungan di atas), maka peserta PKH akan menerima bantuan tunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Prosedur verifikasi komitmen peserta adalah sebagai berikut:

  • PPK akan menerima formulir verifikasi komitmen peserta PKH dari PT POS (Form K).
  • Petugas puskesmas (jika diperlukan) mengirim formulir verifikasi tersebut ke setiap PPK yang berada di bawah otoritas puskesmas, seperti Pustu, Polindes, Posyandu. Pengiriman formulir ke setiap PPK ini perlu dicocokan dengan jadwal kunjungan yang telah ditetapkan.
  • Proses verifikasi yang harus dilakukan oleh petugas kesehatan adalah memeriksa formulir K tersebut dan mengisi bulatan pada nama anak dan atau ibu hamil yang tidak hadir sesuai jadwal kunjungan yang telah ditentukan.
  • Formulir yang telah diperiksa / diverifikasi oleh petugas kesehatan tersebut selanjutnya diambil langsung) oleh petugas puskesmas. Petugas puskesmas selanjutnya merekap/mencatat anak dan atau ibu hamil yang tidak hadir pada jadwal yang telah ditentukan.
  • PT POS akan mengambil hasil catatan ketidakhadiran ini setiap 3 bulan sekali.

Kepala Puskesmas bertanggung jawab dalam mengkoordinir pelaksanaan kegiatan (yaitu semua kewajiban PPK dalam PKH).

Ringkasan Hak dan Kewajiban Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) dalam PKH

Hak PPK

Kewajiban PPK

Sesuai aturan yang berlaku dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program JPKMM/Askeskin

1. Mengklarifikasi status pemberian pelayanan kesehatan bagi peserta PKH dan menetapkan jadwal kunjungan bagi setiap anggota keluarga peserta PKH (khusus petugas puskesmas dan atau kader posyandu).

2. Menghadiri pertemuan awal dengan calon PKH untuk ikut menjelaskan tata cara mendapatkan pelayanan kesehatan bagi peserta PKH (khusus bagi petugas puskesmas).

3. Memberi pelayanan kesehatan kepada peserta PKH.

4. Memverifikasi komitmen peserta PKH kesehatan.

Bantuan tunai yang diberikan kepada RTSM peserta PKH, bukan untuk membiayai/membayar jasa layanan kesehatan atau pendidikan.

PERAN PEMBERI PELAYANAN PENDIDIKAN
PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

Jenis lembaga pendidikan dasar yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak penerima bantuan PKH terdiri dari :

A. Lembaga Pendidikan Formal

Ø Sekolah Dasar (SD)

Ø Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Ø Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Ø Madrasah Tsanawiyah (MTs)

Ø Pesantren Salafiyah

B. Lembaga Pendidikan Non Formal

Ø BPKB (Balai Pengembangan Kegiatan Belajar)

Ø SKB (Sanggar Kegiatan Belajar)

Ø PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)

PERAN PEMBERI PELAYANAN PENDIDIKAN

Lembaga pendidikan tersebut di atas memiliki peranan penting untuk mensukseskan pencapaian tujuan PKH pendidikan. Peran yang dimaksud adalah :

1. Menerima pendaftaran anak peserta PKH di satuan pendidikan

Setiap satuan pendidikan diharuskan menerima anak peserta PKH yang mendaftar sesuai ketentuan yang berlaku, dan dibebaskan dari segala bentuk biaya pendidikan

2. Memberikan Pelayanan Pendidikan

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, institusi pendidikan berkewajiban memberikan pendidikan kepada seluruh peserta didik yang terdaftar. Penyelenggara satuan pendidikan harus memberikan pengajaran kepada peserta didik, termasuk anak-anak dari keluarga penerima bantuan PKH pendidikan. Pengajaran harus mengacu kepada kurikulum yang berlaku untuk setiap jenjang dan jalur pendidikan.

3. Melakukan Verifikasi Koimtmen peserta PKH Pendidikan

Bantuan tunai PKH komponen pendidikan akan terus diberikan bagi peserta PKH jika anak-anak dari keluarga penerima bantuan PKH memenuhi komitmennya, yaitu menghadiri dan mengikuti proses pembelajaran minimal 85% hari efektif sekolah/tatap muka dalam sebulan selama tahun pelajaran berlangsung.

Tingkat kehadiran peserta didik harus diverifikasi oleh para tenaga pendidik di lembaga pendidikan baik formal maupun non formal.

Prosedur verifikasi adalah sebagai berikut:

  1. Lembaga pendidikan akan menerima formulir verifikasi PI (terlampir) dari PT POS.
  2. Sesuai aturan yang berlaku di sekolah, tenaga pendidikan melakukan absensi kehadiran peserta didik di tiap-tiap kelas / kelompok belajar.
  3. Untuk keperluan verifikasi komitmen peserta PKH, tenaga pendidik harus merekap absensi kehadiran peserta didik di kelas/kelompok belajar selama satu bulan berjalan (tindak lanjut tahap dua diatas). Selanjutnya tenaga pendidik mencatat nama peserta didik peserta PKH yang tidak hadir/tidak memenuhi komitmen kehadiran yang telah ditentukan, yaitu setidaknya 85% dari jumlah hari efektif sekolah atau ketentuan tatap muka yang berlaku setiap bulannya. Pencatatan dilakukan dengan mengisi bulatan lingkaran dalam formulir verifikasi PI hanya bagi peserta didik yang tidak memenuhi komitmen kehadirannya.
  4. Formilir verifikasi PI yang telah diisi / diperiksa oleh tenaga pendidik (sekolah SD/MI, SMP/MTs, pesantren salafiyah, lembaga pendidikan non formal lainnya), dan diketahui oleh kepala sekolah, setiap 3 bulan akan diambil oleh petugas pos untuk diproses lebih lanjut.

Pimpinan satuan pendidikan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pelaksanaan PKH di setiap lembaga pendidikan. Pimpinan satuan pendidikan juga harus menjamin agar ketiga peran tersebut di atas dapat dijalankan dengan optimal.

Ringkasan peran lembaga pendidikan

  1. enerima pendaftaran anak keluarga penerima bantuan PKH di satuan pendidikan.
  2. Memberikan pelayanan pendidikan kepada anak keluarga penerima bantuan.
  3. Melakukan verifikasi kehadiran anak keluarga penerima bantuan PKH di tiap-tiap kelas/kelompok belajar.

Sumber materi:

  • Pedoman Umum PKH
  • Pedoman Operasional Kelembagaan PKH Daerah
  • Pedoman Operasional PKH bagi Pemberi Pelayanan Kesehatan
  • Pedoman Operasional PKH bagi Pemberi Pelayanan Pendidikan
  • Buku Kerja Pendamping PKH 2007

Disarikan oleh :

Husnul Yakin Ali (Pendamping RTSM PKH Kabupaten Subang)


32 Comments so far
Leave a comment

Mas Husnul,
Saya operator PKH Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Sebagai sesama pendamping PKH, saya ingin menjalin hubungan yang memungkinkan kita untuk saling membagi informasi tentang PKH karena baru beberapa bulan ini kami melaksanakan program ini.
Terimakasih, saya tunggu email mas husnul.
regards,
Zeny

Comment by Zeny Andriany

salam bos…

Comment by pkhsleman

Lam kenal pula buat semuanya.

Gimana Kabar PKH di Sleman?

Comment by husnulyakin

Assalamualikum, salam kenal pak husnul, gimana kabar pak?

Comment by cecephasanudin

Wa’alaikum salam…..

Kabar baik Pa Cecep, gimana kabarnya?

Comment by husnulyakin

sama pa saat ini saya juga lagi baik kabarnya, gimana pak pkh subang banyak pengaduan ngga dari rtsm?

Comment by cecephasanudin

pa husnul saya ingin belajar memuat artikel artikel di blog saya gimana caranya?

Comment by cecephasanudin

Sama seperti di tempat Bapak, di Subang juga awal-awalnya banyak pengaduan. Tapi untuk wilayah binaan saya Alhamdulillah aman terkendali.

Bapak blognya di mana? wordpress?
Log in dulu ke akun Bp, terus masuk ke blog yang kita buat, terus pilih menu Tulis, terus ke Tulisan jika ingin memuat artikel, atau Tulis, terus ke Halaman jika ingin memuat halaman statis.

Kalau Bp belum punya akun wordpress, bapak bisa lihat artikel saya yang berjudul Start Blogging with WordPress.

boleh kirim hp bapak ke email saya? : husnulyakinali@yahoo.co.id

Comment by husnulyakin

Tapi nampaknya bapak juga sudah punya blog.

Baiklah kalo begitu saya akan coba bikin artikel cara memuat artikel di blog

sabar ya pa…

Comment by husnulyakin

halo bos…
kapan2 tonikan,.. idnya apa?
hehehe…

Comment by pkh kab.sleman

ya bos, dak denger kabar gaji pendamping naek ?

Comment by wawan pkh bondowoso

Salam Buat Teman2 PKH Bondowoso, tetapi selama ini seperti yang saya liat dan saya ketahui sendiri ni program keliatanya jalan di tempat. langkah kecil berupa koordinasi dari elemen2 terkait masih saja menemui kendala apalagi sampai pada tujuan PKH yaitu mensejahterakan masyarakat miskin, jauh sekali….. tapi salut deh buat mas husnul yang setidaknya ikut dalam mensosialisasikan PKH lewat blog nya.

Comment by busthood

Hello Mr. husnul. Piye Kabare??? Kayaknya saya musti banyak belajar tentang dunia website sama sampean ini. saya bukan operator tapi pendamping di Kec Gempol Pasuruan JATIM. amatir banget gitu lho dalam jelajah dunia maya. bisa kasih cara bijak dan cepat bagaimana saya bisa mengekspose FOTO-FOTO RAKORNAS kita yang berhasil saya jepret ke dalam blog..,. trims banget. sementara itu dulu. LUAR BIASA

Comment by kholik pkh pasuruan

2 hari saya kebayang-bayang sama LO. gimana yang lain………………………!!!!!!

Comment by kholik

aku juga kebayang lo pasuruan, cuantik temen

Comment by wawan bondowoso

WADUHHHH.. mulia betul PKH sampai sedeikian hebat fungsi dan tugasnya, bagaimana dengan pendampingnya pasti hebring-hebring.
ibarat kata ” secara fungsi dan tugas Pendamping PKH adalah UJUNG TOMBAK PROGRAM, tetapi secara kedudukan Pendamping PKH berada di UJUNG TANDUK “. eh salah ya…, eh betul ya…

Comment by udik arif muzaiyyin

ya bener mas udik , jadi siap-siap dah jadi RTSM, tapi mudah mudahan masih ada yang mikirin nasib kita, huaaaaaaa………

Comment by wawan bondowoso

Salam dari Pendamping PKH Kabupaten Mojokerto
blog non-official PKH Kabupaten Mojokerto

@udik arif muzaiyyin
kok pesimis gitu toh mas? masak sih pendamping siap2 jadi RTSM?

foto2 rakornas mojokerto bisa dilihat di blog tersebut di atas. monggo kalo dipake ajang ngobrol juga.

Comment by rrhakim

Salam smua!!!, waaah akhirnya ktmu jg forum yg kt tunggu2…,bisa curhat bareng nih?mksdnya curhat prmslhan d lpngan plus solusinya…stuju!

Comment by zezen_PKH_majalengka

salam kenal mas husnul kami para pendamping pkh kalitengah lamongan jatim, kami disini ingin sama-sama menyatukan visi dan misi pkh agar kedepan pkh lebih bermanfaat bagi masyarakat. ayo kita kuatkan asosiasi pekerja pendamping pkh

Comment by nandar

Hai salam kenal saya trilestiyono pendamping kecamatan lumbang kabupaten pasuruan ingin berbagi dan mendapatkan pikiran dan ilmu…

Comment by trilestiyono

kalo dah rame gini…. ya mohon bagi rekan pendamping yang TOP BGT di dunia maya bikin wadah yang lebih mudah kita akses rame-rame tanpa harus muter-muter kunjungi tiap alamat rekan-rekan. keberatan sih enggak cuma harapan saya yang memang terus terang awalnya nol pengetahuan dalam dunia maya dibuatkan “rumah” yang teramat mudah untuk dikunjungi dan bisa diakses bareng-bareng. teknis nya bagaimana ya saya serahkan dumateng rekan-rekan yang pakar di dunia IT. kayak rekan-rekan operator itu lho yang setiap hari kerjaanya kalo ga main game online ya chatting, ato bahkan chatt sambil mojok. Uuuu@@@@@h
Bagaimana,,, setubuh,, eeeee. Setu….!!!

LUARBIASA?????

Gempol Pasuruan.

Comment by mas kholik

Salam dari Pendamping PKH Kabupaten Mojokerto
blog non-official PKH Kabupaten Mojokerto

Comment by rrhakim

Maaf kalo dobel post. Soft Launching Untuk berkomentar ramai2, silakan kunjungi Forum PKH yang baru saja kami luncurkan.

Comment by rrhakim

Monggo temen-temen PKH se antero Nusantara…
mari kita kunjungi “rumah” kita ajang untuk kumpul-kumpul yang baru aja diciptakan oleh sohib kita dr Mojokerto.
buruan daftar member di isi….
http://pkh.ownbb.com/

Comment by mas kholik

Assalamu’alaikum,wr,wb.
salam sejahtera,

tolong sampaikan salam saya pada sahabat2 pendamping pkh se indonesia. salam perpisahan, semoga rekan2 semua selalu diberikan kesabaran, ketabahan dan keteguhan hati dalam mmperjuanngkan hak – hak orang miskin. karena, tmpuk harapan keluarga miskin ada ditangan anda. jadilah pejuang2 kemmiskinan yang iklas, niscaya kebahagiaan sejati itu pasti datang. Alhamdulillah, berkat do’a sahabat2 ku semua aku terpilih jadi anggota DPRD Kab. Subang Jabar. maka, dengan rasa berat hati aku lepaskan status pndamping pkh. ingat, apa yang dikatakan andri wongso ” Asah naluri dan nurani kita agar terbiasa membantu orang lain. Dengan begitu, kiita telah byak menanam benih cinta yang buahny kelak akan membawa kita padakebahagiaan sjati “.
Selamat berjuang sahabat …. semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, amin….
Do’aku menyertai kalian semua …..

FAJAR RISKOMAR
( Eks Pendamping PKH Kabupaen Subang Jawa Barat )

MARI BERSAMA MEMBANGUN BANGSA

Comment by fajar riskomar

Walaikum salam

Kami ucapkan selamat buat Kang Fajar Riskomar yang telah menjadi anggota DPRD Kab. Subang Periode 2009-2014. Semoga perjuangan Kang Fajar dalam rangka mensejahterakan rakyat kecil yang membutuhkan terus berlanjut di Arena Wakil Rakyat. Amin

Comment by admin

salam kenal para pendamping PKH…. aq pendamping dari dari kab. sumenep

Comment by EKO

Salam kenal kawan-kawan, saya pendamping PKH Kabupaten Sukabumi Jawa barat …
Selamat kepada Bung Fajar Riskomar, eh dari partai apa berangkatnya ……

Comment by Erwan Hermawan

Bung Fajar dari Partainya pa JK

Comment by admin

salam untuk kawan2, gmn kabar semua?????
wawan pendamping bondowoso

Comment by wawan

Salam PKH…
Minal Aidzin Wal Faidzin to all Pendamping PKH se-INDONESIA…
Kabar kawan2 Pendamping PKH gmn?semoga baik-baik selalu…
Gmn tugas-tugas PKH nya?semoga lancar2 smuanya.
Q senang banget dpt bergabung dg anda semua (makasi ya pak husnul),apalagi saat RAKORNAS waktu itu.
Semoga saja akan terulang kembali.
Nitip nick facebook q ya…”Prasetya Smile” mgkin bisa jd tempat sharing gt tentang PKH.
Thanks

Comment by Prasetya Budi (PKH Kab. Lamongan : Sukodadi)




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>