Dua Mimpi yang Saling Terhubung

Setiap orang pasti pernah mengalami mimpi di saat tidur, pada waktu siang hari maupun di malam hari. Banyak yang berpendapat bahwa mimpi merupakan bunga tidur, namun pada kasus tertentu mimpi bisa menjadi sebuah isyarat akan hal yang akan terjadi dalam kehidupan nyata berkaitan orang yang bermimpi atau orang yang ada dalam suatu lakon sebuah mimpi. Untuk itu, mimpi di saat tidur sudah bukan menjadi hal yang aneh lagi, karena semua orang pasti pernah mengalami mimpi.

Namun, bagaimana jika anda pernah mengalami adanya saling keterhubungan mimpi antara mimpi anda dengan seseorang yang terjadi dalam waktu bersamaan? Bagi Anda yang belum mengalami hal itu mungkin akan bertanya “benarkah itu bisa terjadi?”

Untuk menjawab rasa penasaran Anda, pada catatan ini saya ingin berbagi kembali dengan Anda perihal mimpi dua orang berbeda yang saling terhubung satu sama lain dalam satu waktu yang bersamaan. Dan ini adalah pengalaman asli dan nyata saya pribadi yang dialami sekitar awal tahun 2006 yang telah lalu.

Pada waktu itu saya sudah tidak masa lajang lagi, sudah tiga bulan kami menikah, sehingga saya tidur sekamar berdua dengan istri. Hingga pada suatu malam, saya harus tertidur dari semenjak sore selepas menunaikan sholat Isa. Tak ada firasat apa-apa sebelum tidur waktu itu, hanya saja saya merasakan nikmatnya tidur di malam itu hingga akhirnya beranjak tengah malam saya bermimpi ada suara wanita yang menghampiri saya. Walaupun sosoknya tidak terlihat, namun sangat jelas ia berbicara kepada saya, seraya menyuruh saya untuk membaca surat dalam Al-Qur’an yakni surat Al-Baqoroh. Saya pun dalam mimpi ketika itu tidak banyak membantah, karena Surat Al-Baqoroh merupakan surat kedua dalam Al-Qur’an yang sering saya baca, maka saya lancar mengucapkannya hingga pada ayat tertentu saya terbangun.

Pada waktu saya terbangun, saya menatap kosong langit-langit kamar seraya mengingat mimpi yang telah dialami. Saya merasakan beratnya udara dalam kamar waktu itu, suasana dalam mimpi pun masih sangat terasa. Ketika saya berhasil mengingat mimpi, saya lanjutkan dengan berdzikir, seraya saya memperhatikan istri saya yang sedang tertidur, terasa ada yang aneh dalam raut mukanya. Merasa ada keganjilan, saya pun mendekap istri saya dengan maksud untuk melindunginya, karena situasi yang saya rasakan pada waktu itu benar-benar aneh dan ganjil.

Baru beberapa saat saya mendekap istri saya, saya rasakan ada yang mengangkat kaki sebelah kiri saya yang sedang mendekap melindungi tubuh bagian bawah istri. Saya biarkan dan saya perhatikan. Tak lama kaki saya pun diturunkannya kembali. Pandangan saya pun beralih pada raut muka istri yang pada waktu itu menggambarkan ekspresi tertentu. Saya terus berdzikir, hingga mata istri saya mulai terbuka dan seolah kebingungan. Saya biarkan sesaat, hingga saya bimbing dia untuk mengucap istighfar. Dia pun langsung mengucapkan kalimat itu. Saya diamkan untuk sekedar memberikan kesempatan bagi istri saya benar-benar terjaga dalam tidur.

Setelah saya memastikan istri saya benar-benar terjaga, dan sebelum ia menanyakan akan situasi pada waktu itu, saya langsung mendahuluinya untuk meminta ia bercerita apa yang telah dialami dalam mimpinya : “ceritakan, bermimpi apa?”

Sebelum bercerita ia mengucapkan lagi kalimat istghfar

“Pah, mamah bermimpi dikejar suatu sosok hitam yang hendak menodai mamah, mamah merasa takut dan kecapean, berkeliling sambil berlari dikejar sosok itu, pada saat mamah mulai lelah, Alhamdulilah mamah terjaga dari mimpi, dan ketika terjaga, mamah heran dengan tatap mata papah yang sepertinya mengerti akan apa yang telah dialami dalam mimpi mamah”.

Saya pun kemudian menyuruh dia untuk berdzikir, karena saya masih merasakan beratnya udara yang ada di kamar waktu itu. Saya perhatikan jarum jam menunjukkan jam 1.30 dini hari. Ketika kami sedang dalam hening, di luar terdengar sosok yang seolah berlari meninggalkan kamar. Situasi pun mulai beranjak normal, dan setelah itu saya ajak istri saya mencairkan keadaan dengan menceritakan pula mimpi yang telah saya alami, hingga tak terasa kumandang Adzan Shubuh pun terdengar di surau terdekat. Kami berdua pun bergegas ke air untuk mandi dan menunaikan shalat shubuh.

Cerita nyata, dialami dan diceritakan oleh : Husnul Yakin Ali

Satu Respon untuk Dua Mimpi yang Saling Terhubung

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s