Gaya Kepemimpinan (Leadership style)

Leadership adalah sebuah kata yang berasal dari kata leader yang berarti pemimpin. Leadership sendiri mempunyai makna kepemimpinan. Leadership style adalah gaya kepemimpinan seorang pemimpin.

Setiap orang mempunyai potensi untuk menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin dalam organisasi sosial, politik, pemerintahan, atau setidaknya pemimpin dalam keluarga atau menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Tak jarang orang yang sukses dalam memimpin, namun tak jarang pula orang yang mengalami kegagalan dalam memimpin.

Kesuksesan dan kegagalan seseorang dalam memimpin ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor eksternal maupun faktor internal. Faktor eksternal sendiri berasal dari lingkungan sekitar baik menyangkut sistem, sumber daya organisasi, maupun faktor-faktor yang berasal dari luar organisasi dimana ia memimpin. Sedangkan faktor internal lebih kepada sifat, watak, kepribadian, gaya memimpin, pengalaman, latarbelakang, bahkan dapat pula gen yang ada pada diri seorang pemimpin tersebut.

Seorang yang mempunyai gaya kepemimpinan yang kuat, biasanya akan sukses dalam menjalankan organisasinya. Namun, tak jarang pula orang dengan gaya kepemimpinan yang kuat justru membawa kehancuran bagi organisasinya.

Gaya kepemimpinan kuat yang dapat membawa sukses organisasinya biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin bergaya demokratis, dan bergaya bebas. Sedangkan gaya kepemimpinan kuat yang justru membawa kehancuran bagi organisasinya biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin bergaya otoriter. Namun hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang mutlak, karena tak jarang seorang pemimpin yang demokratis justru membawa hancur organisasinya, sedangkan seorang yang bergaya pemimpin otoriter malah sukses membawa keluar organisasinya dari kemelut permasalahan besar yang dihadapi.

Lantas, manakah gaya kepemimpinan yang baik yang dapat kita terapkan agar kita menjadi seorang leadership yang strong sehingga sukses dalam mempimpin organisasi?

Menurut Reddin, ada tiga jenis gaya kepemimpinan:

1. Gaya kepemimpinan otokrat

  • Melaksanakan tugas adalah di atas segalanya.
  • Mempunyai anggapan bahwa bawahan perlu dikontrol, diawasi bahkan kalau perlu dihukum, sebab menganggap orang pada dasarnya adalah malas dan suka menghindari diri dari tugas.
  • Kurang mementingkan hubungan atau pergaulan dengan bawahan.

2. Gaya kepemimpinan misionaris

  • Melaksanakan tugas dengan santai.
  • Selalu berusaha membahagiakan bawahan.
  • Menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
  • Tidak pernah atau jarang mengalami konflik dengan orang lain.

3. Gaya kepemimpinan eksekutif

  • Memandang pekerjaan orang lain sama baiknya dengan pekerjaannya.
  • Memberikan moral yang tinggi disertai contoh moral yang baik.
  • Tidak memeras bawahan, tetapi bawahan tetap bekerja keras dengan sadar dan sukarela.
  • Mempertahankan orang lain sesuai dengan sifat masing-masing dan memandang orang lain sebagai teman kerja yang penting.
  • Keterbukaan terhadap bawahan tanpa melupakan adanya hirarki yang berlaku dalam organisasi.
Sumber : http://www.indofamily.net/index.php?option=com_content&task=view&id=897&Itemid=39

Dari tiga gaya kepempimpinan di atas, mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing, oleh karenanya tak ada yang membatasi seseorang untuk menerapkan gaya kepemimpinan semacam apa, karena gaya-gaya kepemimpinan tersebut di atas tergantung kepada kepribadian atau lebih kepada faktor internal seorang pemimpin yang telah terbentuk dalam diri seorang pemimpin itu sendiri. Adakalanya seorang pemimpin justru mengkolaborasi gaya-gaya kepemimpinan di atas.

Seseorang yang dapat mengkolaborasi gaya-gaya kepemimpinan di atas dengan kadar yang tepat dan dapat diterima oleh lingkungan dalam organisasinya maupun lingkungan di luar organisasinya maka ia merupakan seorang yang mempunyai gaya kepemimpinan yang diidolakan oleh semua orang.

Sehingga, jika Reddin hanya menggolongkan gaya kepemimpinan menjadi tiga, maka gaya kepemimpinan menurut saya digolongkan menjadi :

  1. Gaya kepemimpinan otokrat
  2. Gaya kepemimpinan misionaris
  3. Gaya kepemimpinan eksekutif
  4. Gaya kepemimpinan kolaboratif / adaptif

2 responses to “Gaya Kepemimpinan (Leadership style)

  1. Inget ga Pak waktu SMA dulu sama2 digojlog gmn jadi pemimpin itu….. ingat ga doktrin ini….. “ga ada bawahan yang salah….”

  2. Yup!… itu menurut teori, tapi sepengalaman saya, tergantung pada perspektif mana peninjauannya, pada faktanya, banyak pimpinannya yang salah, justru bawahannya yang dihukum. Disini diperlukan jiwa besar baik pada si pemimpin maupun bawahan, sehingga jika memang kesalahan itu berasal dari bawahan, maka bawahan harus berbesar hati mengakui kesalahannya, dan juga sebaliknya. Jadi teori “ga ada bawahan yang salah” tergantung pada proporsi penempatannya. Kalo bawahannya terus-terusan melakukan kesalahan yang sama, maka patut ditinjau dan dirunut faktor utama penyebab kesalahan tersebut. Kalo memang kesalahan bawahan yang terus menerus tersebut diakibatkan oleh aturan/prosedur/sistem yang dibuat oleh pimpinan yang berpotensi terjadinya kesalahan berulang oleh bawahan, maka jelas, kesalahan bukan pada bawahan, tapi kalo aturan/prosedur/sistem serta komando yang diberikan oleh pimpinan nyata-nyata jelas dan secara umum dapat dipertanggung jawabkan, maka jelas jika bawahan terus menerus melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang maka bawahanpun patut untuk menerima dan mengakui kesalahan akibat kebodohannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s